Breaking News
Memuat breaking news...

Hari Tanpa Tembakau, Puskesmas Tegal Sari Medan Denai Luncurkan Inovasi PELAKOR

Redaksi
Redaksi
Kamis, 1 Juni 2023 - 12.39 PM WIB
Hari Tanpa Tembakau, Puskesmas Tegal Sari Medan Denai Luncurkan Inovasi PELAKOR
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada): Hari Tanpa Tembakau sedunia yang jatuh pada tanggal 31 Mei 2023 dijadikan sebagai momentum oleh Puskesmas Tegal Sari yang terletak di Medan Denai untuk meluncurkan program inovasi PELAKOR (Pelaksanaan Totok Cegah Rokok). Program yang digagas Puskesmas Tegal Sari ini diharapkan dapat membuat warga perlahan berhenti merokok.

Istilah pelakor sendiri biasanya sangat tidak disukai oleh kaum perempuan, namun apa yang dilakukan Puskesmas Tegal Sari dengan berinovasi sesuai Visi Misi Wali Kota Medan Bobby Nasution yang mendorong Jajarannya berinovasi dalam melayani masyarakat pastinya akan disukai oleh kaum perempuan karena perokok lebih cenderung digemari kaum pria.

Kepala UPT Puskesmas Tegal Sari Medan Denai drg Kartika Anggreny menjelaskan di momentum hari tanpa tembakau tahun ini pihaknya meluncur program inovasi PELAKOR (Pelaksanaan Totok Cegah Rokok). Program ini merupakan salah satu cara pencegahan agar masyarakat dapat perlahan berhenti merokok.

"Kita berinovasi sesuai Visi Misi bapak Wali Kota Medan Bobby Nasution, dengan menghadirkan program PELAKOR. Dalam PELAKOR ini digunakan dua metode yakni totok dan sugesti agar berhenti merokok," Kata drg Kartika Anggreny.

Dijelaskan Kepala UPT Puskesmas Tegal Sari, petugas yang akan melaksanakan terapi totok ini telah mendapatkan pelatihan saat sosialisasi KTR oleh pengajar yg berpengalaman dengan menotok di beberapa titik di bagian tubuh.

"Teknik totok ini dapat berhasil jika perokok mempunyai keinginan kuat untuk berhenti merokok, karena dia harus datang beberapa kali untuk terapi, hingga ia terstimulasi merasakan bahwa rokok itu bau, tidak enak dan keinginan untuk merokok hilang," Sebutnya.

Ditambahkan Kepala UPT Puskesmas Tegal Sari, sejak diluncurkannya program PELAKOR Ini sudah ada beberapa warga yang menjalani terapi totok tersebut. Dari pengakuan mereka setelah menjalani terapi totok, badan lebih ringan.

Menurut drg Kartika Anggreny, Pelayanan PELAKOR ini tidak dikenakan biaya apapun (Gratis), karena inovasi ini tidak membutuhkan biaya melainkan keterampilan dan hal ini merupakan wujud Promosi kesehatan dalam upaya pencegahan merokok.

"Setelah ini, UPT Puskesmas Tegal Sari berharap bisa membuka Klinik Konseling Berhenti Merokok sebagai lanjutan dari pengembangan Inovasi ini.Dimana di klinik ini nantinya selain dilakukan terapi juga dapat dilakukan konseling, pengukuran kadar CO dalam paru-paru perokok dan totok secara berkala agar perokok termotivasi untuk berhenti," pungkasnya. (rel)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement