Breaking News
Memuat breaking news...

Hijrah Solusi Membangun Peradaban Ummat Berkemajuan

Redaksi
Redaksi
Jumat, 18 September 2026 - 5.31 PM WIB
Hijrah Solusi Membangun Peradaban Ummat Berkemajuan
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Oleh: Rafdinal, S.Sos. M.AP.

Di tengah krisis peradaban hari ini, di mana korupsi dianggap biasa, kejujuran menjadi langka, dan agama hanya menjadi simbol tanpa ruh, Al-Qur'an memberikan rumus yang sangat jelas tentang bagaimana sebuah umat bisa bangkit dan membangun peradaban berkemajuan.

Rumus itu ada dalam dua ayat yang saling menguatkan.

Allah berfirman: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."(QS. Al-Baqarah: 218)

Pada ayat lain Allah menegaskan: "Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan jiwa mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan." (QS. At-Taubah: 20)

Jika kita tadabburi, dua ayat ini mengajarkan satu kesatuan sistem: Iman, Hijrah, Jihad sebagai kunci, dan Rahmat, Ampunan, Derajat Tinggi, Kemenangan sebagai hasilnya.

Iman yang Kuat, Bersih dan Kokoh Sebagai Fondasi

Segala sesuatu harus dimulai dari iman. Namun bukan iman yang biasa, melainkan iman yang memenuhi tiga kriteria: kuat, bersih dan kokoh.

Iman yang kuat adalah iman yang berilmu. Iman yang tidak mudah goyah oleh isu hoaks, oleh propaganda, oleh godaan jabatan dan harta. Hari ini banyak umat Islam yang imannya lemah karena tidak dibina dengan ilmu yang benar.

Iman yang bersih adalah iman yang terbebas dari syirik besar maupun syirik kecil. Bersih dari riya, bersih dari percaya kepada dukun dan khurafat, bersih dari mental korup, dan bersih dari cinta dunia yang berlebihan. Inilah penyakit kita. Banyak yang rajin shalat, puasa, haji, tetapi masih korupsi, masih memakan riba, masih menipu rakyat. Itu pertanda imannya belum bersih.

Iman yang kokoh adalah iman yang tahan uji. Seperti paku bumi yang menghujam dalam. Ketika ada tekanan, ketika ada ancaman jabatan hilang, ketika ada intimidasi, dia tetap istiqamah di jalan kebenaran. Tanpa iman seperti ini, hijrah dan jihad tidak akan memiliki nilai.

Hijrah Sebagai Gerakan Peradaban

Setelah iman, maka harus ada hijrah. Dalam konteks Muhammadiyah, hijrah dimaknai sebagai gerakan Tajdid. Gerakan purifikasi dan dinamisasi.

Hijrah bukan sekadar peristiwa sejarah perpindahan Rasulullah dari Mekkah ke Madinah. Hijrah adalah manhaj kehidupan. Yaitu totalitas untuk pindah dari segala yang buruk menuju yang baik.

Hijrah dari malas menjadi disiplin. Dari bodoh menjadi berilmu. Dari miskin menjadi berdaya. Dari budaya korupsi menuju budaya amanah. Dari ekonomi riba menuju ekonomi syariah yang berkah. Dari individualis menjadi kolektif dalam membangun umat.

Peradaban berkemajuan tidak akan pernah lahir dari umat yang betah di zona nyaman, yang nyaman dalam kemaksiatan, nyaman dalam kebodohan, dan nyaman dalam kemiskinan. Peradaban hanya dibangun oleh mereka yang berani hijrah.

Inilah semangat Al-Ma'un yang diajarkan Kiai Ahmad Dahlan. Membebaskan umat dari belenggu kemiskinan dan kebodohan adalah bagian dari hijrah.

Jihad dengan Harta dan Jiwa Sebagai Puncak

Puncaknya adalah jihad. Perhatikan dengan cermat dalam QS. At-Taubah: 20, Allah menyebut bi-amwaalihim wa anfusihim dengan harta-harta mereka dan jiwa-jiwa mereka. Allah mendahulukan harta daripada jiwa.

Para ulama tafsir menjelaskan, karena harta adalah sesuatu yang paling dicintai manusia. Melepaskan harta jauh lebih berat daripada melepaskan tenaga. Oleh karena itu, jihad harta menjadi ujian keimanan yang paling jujur.

Jihad hari ini bukan dengan senjata, melainkan dengan apa yang kita miliki. Jihad harta berarti berani menginfakkan harta terbaik untuk dakwah, untuk pendidikan, untuk masjid, untuk pesantren, untuk membebaskan umat dari jeratan rentenir dan kemiskinan.

Jihad jiwa berarti jihad melawan hawa nafsu, melawan rasa takut, dan berani melakukan amar ma'ruf nahi munkar. Berani berkata benar meski pahit, meski resikonya jabatan dan popularitas hilang.

Jika tiga kunci ini kita tegakkan bersama, maka Allah janjikan empat hadiah yang tidak bisa diberikan oleh sistem manapun di dunia.

Pertama, Rahmat Allah. Hidup akan tenang dan diberi jalan keluar dari setiap masalah. Kedua, Ampunan dan Kasih Sayang Allah. Dosa-dosa kita diampuni. Ketiga, Derajat yang Paling Tinggi di sisi Allah. Mulia di langit meski mungkin dihina di bumi. Keempat, Kemenangan Hakiki. Kemenangan yang sesungguhnya adalah surga Allah.

Inilah solusi membangun peradaban Ummat Berkemajuan. Kuncinya bukan pada banyaknya wacana dan seminar, melainkan pada Iman yang kuat, Hijrah total, dan Jihad dengan harta dan jiwa di jalan Allah.

Penulis adalah Wakil Ketua PDM Kota Medan, Aktifis Dakwah Sosial dan Penggiat Pemberdayaan Masyarakat

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement