Breaking News
Memuat breaking news...

Hilang Diterjang Banjir, MIN 5 Pidie Jaya Dibangun Kembali dengan Anggaran Rp12,3 Miliar

Redaksi
Redaksi
Rabu, 12 Agustus 2026 - 10.08 AM WIB
Hilang Diterjang Banjir, MIN 5 Pidie Jaya Dibangun Kembali dengan Anggaran Rp12,3 Miliar
Pembangunan MAN 5 Pidie Jaya, Aceh ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Menteri Agama RI Nasaruddin Umar di Pidie Jaya, Selasa (11/8/2026).
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Banjir besar yang melanda sejumlah wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat beberapa waktu lalu tidak hanya merusak permukiman warga, tetapi juga menghancurkan sarana pendidikan. Salah satunya MIN 5 Pidie Jaya, Aceh, yang kini harus dibangun kembali setelah gedung madrasah tersebut hilang diterjang bencana.

Selama masa pemulihan, keterbatasan fasilitas membuat kegiatan belajar mengajar siswa MIN 5 Pidie Jaya bahkan sempat memanfaatkan masjid sebagai ruang belajar. Kondisi itu diharapkan segera berakhir setelah Kementerian Agama mengalokasikan anggaran Rp12.364.805.000 untuk membangun gedung baru madrasah tersebut.

Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama atau groundbreaking oleh Menteri Agama RI Nasaruddin Umar di Pidie Jaya, Selasa (11/8/2026).

Pembangunan MIN 5 Pidie Jaya menjadi bagian dari program pembangunan dan revitalisasi madrasah pascabencana yang dilakukan Kementerian Agama di wilayah terdampak bencana, khususnya Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Selain peletakan batu pertama, rangkaian kegiatan di Pidie Jaya juga diisi dengan peninjauan lokasi, penyerahan sertifikat, serta penanaman pohon.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, pembangunan kembali MIN 5 Pidie Jaya diarahkan untuk menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih representatif sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.

“Keberadaan madrasah akan datang penggantinya yang lebih baik lagi. Dan ini kita akan bangun dua lantai, yang bisa menampung seluruh keperluan warga masyarakat kita setempat,” ujar Menag Nasaruddin lewat keterangan pers, Rabu (12/8/2026).

Menurut Nasaruddin, gedung baru tersebut tidak hanya menyediakan ruang pembelajaran, tetapi juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung pendidikan. Berdasarkan rancangan yang ditinjau, kompleks madrasah akan memiliki masjid, perumahan guru, laboratorium, perpustakaan, halaman, kantin, serta fasilitas lain yang menunjang kegiatan belajar mengajar.

“Semua keperluan sekolah, insyaallah, akan hadir di tempat ini. Insyaallah, mudah-mudahan sekolahnya akan jauh lebih baik daripada yang telah meninggalkan kita,” katanya.

Menag berharap pembangunan dapat diselesaikan secepatnya sehingga siswa MIN 5 Pidie Jaya segera dapat menempati gedung baru yang lebih aman, nyaman, dan memadai.

“Mudah-mudahan secepatnya bisa menempati sekolah baru yang indah, yang kuat, yang berkah,” tutur Nasaruddin.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat setempat, khususnya para siswa yang nantinya menjadi penerima manfaat pembangunan madrasah tersebut. Menurutnya, percepatan pembangunan menjadi penting agar anak-anak tidak terlalu lama belajar dalam kondisi dengan keterbatasan fasilitas.

“Saya yakin kalau ini uangnya sudah tersedia, seperti yang kita janjikan tadi, ya. Jadi makin cepat lebih baik, supaya anak kita nanti bisa menempati sekolah yang lebih memadai. Selama ini kan menggunakan masjid dan sangat terbatas,” ungkapnya.

Nasaruddin menegaskan, pemulihan sarana pendidikan merupakan bagian penting dari penanganan dampak bencana. Bagi anak-anak, keberadaan sekolah yang layak bukan hanya menyangkut tersedianya ruang belajar, tetapi juga memastikan proses pendidikan tetap berjalan di tengah upaya masyarakat memulihkan kehidupan setelah bencana.

Karena itu, Kementerian Agama tidak hanya membangun kembali MIN 5 Pidie Jaya, tetapi juga melakukan pembangunan dan renovasi fasilitas pendidikan keagamaan di sejumlah wilayah yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Program tersebut diharapkan mempercepat pemulihan layanan pendidikan sekaligus menghadirkan sarana belajar yang lebih aman dan berkualitas bagi siswa di daerah terdampak.

Dalam kesempatan tersebut, Menag juga mengajak para orang tua, murid, dan wali santri untuk turut mendoakan bangsa dan negara agar senantiasa diberikan keberuntungan, kedamaian, serta kekuatan dalam menghadapi masa depan.

“Mari kita doakan bangsa dan negara kita. Semoga, insyaallah, tetap diberikan keberuntungan dan kedamaian untuk mengarungi bahtera masa depan bangsa yang berwibawa,” pesannya.

Pembangunan gedung baru MIN 5 Pidie Jaya diharapkan menjadi momentum pemulihan sekaligus penataan kembali layanan pendidikan madrasah setelah bencana. Kehadiran gedung dua lantai dengan fasilitas yang lebih lengkap diharapkan memberikan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang siswa.

Lebih dari sekadar menggantikan bangunan yang hilang diterjang banjir, pembangunan tersebut diharapkan menjadi fondasi baru bagi peningkatan kualitas pendidikan madrasah dan memberikan harapan baru bagi generasi penerus di Pidie Jaya.(id11)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement