Breaking News
Memuat breaking news...

HIMMAH Palas Duga Ada Praktik KKN Pada Seleksi PPK Dan PPS

Redaksi
Redaksi
Kamis, 23 Mei 2024 - 3.52 PM WIB
HIMMAH Palas Duga Ada Praktik KKN Pada Seleksi PPK Dan PPS
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

PALAS (Waspada): Aktivis Mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) Kabupaten Padanglawas (Palas) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Palas di Jl Listrik Lingk. VI Kel. Pasar Sibuhuan, Rabu (22/5).

Aksi puluhan mahasiswa itu, mendapat pengawalan dari personel Polres Palas dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) agar aksi pengunjuk rasa yang tertib dan damai dalam menyampaikan aspirasi.

"Berdasarkan hasil investigasi kami di lapangan, diduga kuat telah terjadi praktek korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) pada rekrutmen PPK dan PPS di Palas," kata koordinator aksi, Indra Riski dalam orasinya.

Ketua HIMMAH Palas, Syaripudin Daulay menambahkan, atas dugaan temuan itu, para komisioner KPU Palas dinilai telah jauh dari hakikatnya sebagai penyelenggara Pemilu yang baik, profesional dan berintegritas dalam mengabdi kepada bangsa dan dalam mewujudkan Pemilu berintegritas di Palas.

Dalam selebaran tuntutan aksi yang dibacakan Syaripudin, pihaknya meminta KPU Palas agar dapat segera memberikan dokumen berupa mekanisme dan indikator penilaian terhadap peserta PPK Palas 2024.

Kemudian, meminta dokumen soal ujian dan daftar nilai peserta calon PPS Pilkada Palas serta meminta komisioner KPU Palas segera memberikan klarifikasi atas dugaan yang telah mereka sampaikan dalam rekrutmen PPK dan PPS Pilkada Palas 2024.

"Hari ini kekecewaan kami terhadap kinerja komisioner KPU Palas bertambah kental. Sebab, satu orang komisioner-pun tidak ada yang menanggapi aspirasi dan ini menunjukkan kurangnya disiplin dan etika sebagai penyelenggara pemilu yang baik," ucap Ketua HIMMAH Palas.

Sebelum membubarkan diri, mereka berjanji akan kembali melakukan aksi unjuk rasa dengan massa yang lebih banyak lagi hingga aspirasi mereka ditanggapi. (CMS)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement