Breaking News
Memuat breaking news...

HIMMAH Sumut Nilai Waris Thalib Tak Layak Pimpin Tanjungbalai

Redaksi
Redaksi
Minggu, 12 Maret 2023 - 10.47 PM WIB
HIMMAH Sumut Nilai Waris Thalib Tak Layak Pimpin Tanjungbalai
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada): Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) Sumatera Utara menilai Waris Thalib tidak layak pimpin Kota Tanjungbalai.

Hal itu disampaikan Sukri Soleh Sitorus Wakil Ketua PW HIMMAH Sumatera Utara, dalam keterangan tertulis yang disampaikan kepada Waspada, di Medan, Minggu (12/3).

Sukri mengklaim semasa kepemimpinan Waris Thalib tidak ada kemajuan di Kota Tanjungbalai, infrastruktur jalan di mana-mana hancur.

Sehingga menyebabkan terganggunya mobilitas masyarakat Tanjungbalai yang beraktifitas sehari-hari.

"Pun demikian rakyat sulit untuk berkomunikasi atau bertemu dengan Walikota dalam membicarakan pembangunan daerah," ungkap Sukri.

Saat diwawancarai awak media tentang Waris tak layak pimpin Tanjungbalai, Sukri membeberkan, sesuai dengan fakta-fakta di lapangan dan aduan masyarakat kepada mereka, ada beberapa indikator yang membuat Waris Thalib tidak layak pimpin Tanjungbalai.

Yakni, sekitar 60% infrastruktur jalan terlihat rusak di Kota Tanjungbalai, rakyat sulit komunikasi dengan Walikota dan sangat berjarak dengan masyarakat.

Kemudian, progres sebagai pemimpin terkesan tidak ada, dan kalau hanya mengandalkan Rencana Pembangunan Jangka Pendek, Menengah dan Panjang, anak PAUD pun bisa jadi Walikota Tanjungbalai kalau hanya mengandalkan itu.

Selanjutnya, acara yang digelar bukan untuk rakyat, melainkan terkesan hanya kegiatan seremonial belaka Pemko Tanjungbalai.

Lanjut Sukri, dengan aduan dan fakta itu, Waris Thalib sebaiknya tidak bermimpi dua  periode.

"Toh selama ini tidak ada kerja yang bisa dibanggakan, no prestasi, pun demikian juga tentang tidak ada kebijakan yang populer atau pro terhadap rakyat. Itu sama saja Waris Thalib gagal  dan hanya syur politik," tutup Sukri. (cpb/rel)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement