Breaking News
Memuat breaking news...

Himpitan Ekonomi, Pasutri Di Sergai Bertengkar Sampai Terluka

Redaksi
Redaksi
Rabu, 24 Januari 2024 - 5.37 PM WIB
Himpitan Ekonomi, Pasutri Di Sergai Bertengkar Sampai Terluka
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

SEIRAMPAH (Waspada): Himpitan ekonomi membuat pasangan suami istri P, 28, dan MD, 28, bertengkar hingga terluka. P yang ditangkap polisi kini meringkuk di jeruji besi Satreskrim Polres Sergai.

P dan MD yang tinggal serumah di Desa Bingkat, Kec. Pegajahan, Sergai terlibat adu mulut. Ini disebabkan P tidak memiliki pekerjaan tetap hingga membuat istrinya MD tidak tahan hidup bersama P yang dalam himpitan ekonomi.

Puncaknya Senin (22/1) sekitar pukul 07:30 WIB, P merasa sakit hati karena dituding tidak mampu memberikan nafkah kepada istrinya. P mengambil kayu broti memukul kepala MD hingga berdarah, selanjutnya P melarikan diri.

P yang merasa menyesali perbuatannya mengambil parang dari dalam rumahnya, P menyiksa tubuhnya sendiri dengan parang hingga bagian kepala P terluka. Oleh warga yang mengetahui kejadian itu mengamankan P dan selanjutnya MD melaporkan ke Polres Sergai.

"Karena menyesali perbuatan yang dilakukannya terhadap sang istri, pelaku ini membacok dirinya sendiri menggunakan parang yang dibawa dari rumahnya," ungkap Kasat Reskrim polres Sergai AKP JH Panjaitan didampingi PS Kasi Humas Iptu Edward Sidauruk saat konferensi pers yang digelar Selasa, (23/1) sore.

"Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 44 ayat (2) undang-undang nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dengan ancaman pidana penjara selama-lamanya 10 tahun," tutupnya.(cmw/a15)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement