Breaking News
Memuat breaking news...

Hindari Bau, 80 Jiwa Mengungsi

Redaksi
Redaksi
Senin, 25 September 2023 - 8.35 AM WIB
Hindari Bau, 80 Jiwa Mengungsi
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

IDI (Waspada): Agar terhindar dari bau menyengat, sebanyak 80 jiwa dari Gampong Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur, memilih untuk mengungsi. Agar mendapatkan tempat yang layak, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur mendirikan tenda darurat di depan Kantor Camat Banda Alam.

“Sebanyak 80 warga memilih mengungsi ke tenda darurat di depan kantor camat. Mayoritas dari pengungsi adalah kalangan wanita dan anak-anak,” kata Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Banda Alam, Iskayoga, Senin (25/9).

MENGUNGSI: Warga yang terdampak bau busuk akibat pencucian salah satu sumur gas milik PT Medco EP memilih mengungsi ke tenda darurat di halaman Kantor Camat Banda Alam, Aceh Timur, Senin (25/9). Waspada/Muhammad Ishak

Dijelaskan, pengungsian mulai terjadi sejak pukul 21:00 WIB. Respon cepat unsur muspika setempat yang melaporkan ke pimpinan, lalu pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mendirikan tenda, sekira pukul 22:00 WIB.

“Sejak kemarin sampai saat ini unsur muspika, personel TNI/Polri dan aparatur desa bersama kita terus mendampingi pengungsi. Bahkan pagi ini sudah dibagikan sarapan hasil sumbangan masyarakat sekitar,” kata Iskayoga, seraya menandaskan, setiap perkembangan pengungsi akan dikoordinasikan dengan camat. (b11)

https://www.waspada.id/headlines/diduga-keracunan-gas-medco-ep-belasan-warga-dilarikan-ke-rs/
https://www.waspada.id/headlines/korban-dugaan-keracunan-gas-pt-medco-ep-tembus-30-orang/
https://www.waspada.id/aceh/puluhan-warga-tumbang-medco-ep-bertanggungjawab/
Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement