Breaking News
Memuat breaking news...

HMI Langsa Desak Presiden Copot Yaqut

Redaksi
Redaksi
Kamis, 24 Februari 2022 - 7.34 PM WIB
HMI Langsa Desak Presiden Copot Yaqut
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

LANGSA (Waspada): Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Langsa, Amiruddin meminta Presiden RI, Jokowi mencopot Menteri Agama Yaqut Cholil Choumas yang telah membuat kegaduhan umat Islam.

"Pernyataan Yaqut menyakiti hati umat Islam, telah membuat kegaduhan di republik ini. Maka sudah sepatutnya Presiden mencopot beliau," ujar Amiruddin kepada wartawan menyikapi pernyataan Menteri Agama Yaqut membandingkan gema Adzan dengan gonggongan anjing yang viral di media sosial beberapa hari belakangan ini.

Bukan tak beralasan, menurut Amiruddin, Menteri Agama seharusnya menjadi patron keharmonisan umat beragama di indonesia, bukan malah menciptakan kegaduhan.

Dari catatannya, sejak dilantik sebagai Menteri Agama pada tanggal 24 desember 2021, sampai saat ini, Yaqut tidak mampu menjadi penyeimbang antar umat beragama.

"Terlebih lagi, saat mengeluarkan kebijakan yang dituangkan dalam Surat Edaran No. 05 tahun 2022, pembantu Presiden Joko Widodo ini terus membuat selebrasi-selebrasi konyol yang berdampak perpecahan," tukasnya.

Amiruddin menegaskan kepada Presiden Joko Widodo yang menginginkan Indonesia ini damai dan maju untuk mengganti Yaqut.

"Jangan sampai ada lagi kegaduhan di negeri ini terkait penistaan agama, apalagi yang mengatakan ini beragama islam, dikhawatirkan timbul konflik sesama agama," pungkasnya tegas. (b13)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement