Breaking News
Memuat breaking news...

IDI Palas Siap Bantu Pemerintah Awasi Peredaran Obat Penyebab GGAPA

Redaksi
Redaksi
Selasa, 25 Oktober 2022 - 4.01 PM WIB
IDI Palas Siap Bantu Pemerintah Awasi Peredaran Obat Penyebab GGAPA
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

PALAS b(Waspada); Ikatatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Kabupaten Padanglawas (Palas) siap membantu pemerintah awasi peredaran dan penggunaan obat-obatan syrup yang dapat menyebabkan penyekit ginjal atau Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA).

Demikian ketua IDI cabang kabupaten Padanglawas, dr. Affandi siregar bersama dr. Gursal Rai Gandra Siregar, M.Ked (ped), Sp. A kepada Waspada, Selasa (25/10), saat dimintai tanggapan terkait antisipasi GGAPA di kabupaten Padanglawas.

Dikatakan, hendaknya selain dinas kesehatan, IDI dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) juga ikut mengawasi peredaran dan pemakaian obat-obatan berbentuk syrup yang mengandung pelarut toksik Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) yang dapat menyebabkan GGAPA.

Hal itu dikarenakan dugaan sementara penyebab Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) yang menyerang anak khususnya balita diduga kuat karena sering menggunakan obat cair atau syrup.

Dimana Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) merupakan penurunan secara cepat fungsi ginjal dengan ditandai menurunnya produksi urine atau bahkan tidak ada sama sekali.

Masyarakat dan para orangtua dihimbau untuk tidak menggunakan obat cair atau sirup menunggu informasi lebih lanjut dari Kemenkes dan BPOM.

Bila terjadi demam pada anak, usahakan menurunkan suhu dengan memperbanyak minum dan melakukan kompres.

Namun kepada masyarakat dihimbau supaya memperhatikan kesehatan Anak, terutama apabila sedang mengkonsumsi obat, perhatikan apakah jumlah air kencing si anak masih dalam keadaan cukup, sekitar 0,5-1 cc/ kgBB/ jam, katanya. (a30/B)

Keterangan foto; Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang kabupaten Padanglawas, dr. Affandi Siregar (Waspada/Ist)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement