Breaking News
Memuat breaking news...

IMM : Pembusukan Sesama Jenderal Polri Jangan Dipertontonkan Ke Publik

Redaksi
Redaksi
Selasa, 8 November 2022 - 3.39 PM WIB
IMM : Pembusukan Sesama Jenderal Polri Jangan Dipertontonkan Ke Publik
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada): Ketua Umum DPD IMM Sumut M Arifuddin Bone (foto) menyampaikan tanggapan bahwa saling membusukkan sesama jenderal di kubu Polri sangat tidak layak dipertontonkan ke publik. 

"Apalagi pernyataan tersebut tidak benar, hoax dan fitnah. DPD IMM Sumut mengetahui banyak beban yang harus diselesaikan oleh Kapolri hari ini," sebutnya, Selasa (8/11).

Namun, katanya, ada saja oknum Polri yang membuat gaduh dengan melakukan kebohongan untuk menjatuhkan kredibilitas Polri yang saat ini sedang dibangun kembali oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyusul kasus Ferdy Sambo, beberapa waktu lalu.

Apalagi, kata Arif, belakangan ketahuan bahwa video pembusukan terhadap jenderal Polri, dalam hal ini Kabareskrim Irjen Agus Andrianto, sudah lama dan viralnya baru belakangan ini.

"Serta ancaman itu diberikan pak Brigjen dalam kondisi mabuk, sebagaimana yang beredar dalam video klarifikasi Ismail bolong," ujarnya.

Seperti diketahui, di dunia maya dihebohkan beredarnya video mantan oknum kepolisian yang bertugas di Polresta Samarinda, Kalimantan Timur.

Dalam video tersebut, Ia mengaku dari Satuan Intelkam berpangkat Aiptu mengatakan bahwa dia secara jelas dan terang melakukan persekongkolan dengan pengusaha tambang ilegal serta secara rutin menyetorkan uang miliaran setiap bulan kepada pejabat tinggi Polri Kabareskrim yaitu Komjen Polisi Agus Andrianto.

Namun setelah video tersebut viral, beredar video klarifikasi bahwa Ismail Bolong mengaku dipaksa dan diancam untuk menyampaikan pengakuan tersebut oleh petinggi Mabes Polri yang berpangkat Brigjen berinisial HK.(m10)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement