Breaking News
Memuat breaking news...

Indonesia-India Dorong Perdagangan Digital Terbuka Lewat ION

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 7 Februari 2026 - 6.58 PM WIB
Indonesia-India Dorong Perdagangan Digital Terbuka Lewat ION
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Indonesia bersiap meluncurkan infrastruktur perdagangan digital nasional baru bernama Indonesia Open Network (ION) untuk memperluas akses pasar digital dan mempercepat inklusi ekonomi bagi usaha kecil dan menengah (UMKM) di seluruh nusantara.


Indonesia Economic Forum (IEF) menggelar acara “Curtain Raiser on Indonesia Open Network (ION)” pada Rabu, 5 Februari 2026, di Mangkuluhur ARTOTEL, Jakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari 12th Annual Indonesia Economic Forum bertema “The Digital Archipelago: Building Inclusive Digital Commerce Ecosystem”.


Acara dibuka oleh Menteri Koperasi dan UKM Mamman Abdurrahman, didampingi Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria. Forum menghadirkan pejabat pemerintah, pemimpin global ekosistem digital, serta pemangku kepentingan industri, dengan agenda diskusi panel tingkat tinggi mengenai layanan keuangan, logistik, dan inovasi digital, dilanjutkan konferensi pers.


ION merupakan penguatan kemitraan teknologi Indonesia–India, berawal dari penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama Pengembangan Digital di New Delhi pada Januari 2025, bertepatan dengan kunjungan Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Narendra Modi. Kerja sama tersebut membuka adopsi pendekatan Digital Public Infrastructure (DPI) dan model jaringan terbuka yang telah diterapkan di India.


ION dirancang sebagai utilitas perdagangan digital terbuka yang digerakkan sektor swasta namun berorientasi kepentingan publik. Infrastruktur ini memungkinkan konektivitas antara aplikasi pembeli, sistem penjual, platform logistik, layanan pembayaran, serta berbagai layanan digital lainnya secara interoperabel tanpa ketergantungan pada satu marketplace tertutup.


Sejumlah tokoh nasional dan internasional bergabung dalam ION Advisory Council, di antaranya Shinta Kamdani, Dr. Ilham A. Habibie, Rudiantara, Sandeep Chakravorty, Dr. R. S. Sharma, serta T. Koshy.
Sementara itu, ION Steering Committee dibentuk untuk mendukung perancangan dan implementasi jaringan dengan melibatkan para profesional industri.


Pengembangan ION terinspirasi dari preseden global seperti Open Network for Digital Commerce (ONDC) di India yang sejak 2021 memfasilitasi ratusan juta transaksi dan meningkatkan pendapatan UMKM rata-rata 20 persen. Model serupa berkembang di berbagai negara melalui X-Road (Estonia), Gaia-X (Uni Eropa), Pix (Brasil), dan M-Pesa (Kenya).


Didukung kemitraan dengan Kemenkop UKM, Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Perdagangan, Kedutaan Besar India, APINDO, dan ALDEI, ION terintegrasi dengan program digitalisasi nasional, termasuk SAPA UMKM, serta mendorong perdagangan digital hiper-lokal.


Melalui inisiatif ini, Indonesia menegaskan arah pembangunan infrastruktur perdagangan digital nasional yang terbuka, berdaya saing, dan berorientasi kepentingan publik

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement