Breaking News
Memuat breaking news...

Indonesia Masuk 5 Besar Perkembangan Keuangan Syariah, Aceh Jadi Percontohan

Redaksi
Redaksi
Rabu, 9 September 2026 - 2.42 PM WIB
Indonesia Masuk 5 Besar Perkembangan Keuangan Syariah, Aceh Jadi Percontohan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato /ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

JAKARTA (Waspada.id): Berdasarkan State of the Global Islamic Economy Report, Indonesia masuk kelompok lima besar negara dengan perkembangan keuangan syariah terbesar, bersama Malaysia, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Bahrain, dengan aset keuangan syariah mencapai Rp 3.131 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato mengatakan, ekonomi dan keuangan syariah memiliki potensi besar untuk mendorong peningkatan inklusi keuangan di Indonesia.

"Selain itu, potensi dana yang berasal dari zakat, infak, sedekah, dan wakaf atau ZISWAF juga mencapai sekitar Rp343 triliun setiap tahunnya," ujar Airlangga di kantornya, di kutip Rabu (9/9/2026).

Potensi ekonomi syariah Indonesia juga terlihat dari perkembangan industri halal, sementara sektor fesyen muslim Indonesia menempati peringkat pertama di dunia.

Sementara itu, nilai belanja konsumen muslim global mencapai Rp2,6 triliun pada 2024 dan diproyeksikan meningkat menjadi Rp3,56 triliun pada 2029.

Airlangga mengatakan daya saing ekonomi syariah Indonesia terus diperkuat melalui jaminan produk halal, sesuai mandat Undang-Undang Jaminan Produk Halal.

"Sertifikasi halal telah mencakup Rp4,4 juta sertifikat bagi Rp3,47 juta pelaku usaha dan Rp14,68 juta produk. Dan dengan 39 negara sudah menjalin Mutual Recognition Agreement," jelas Airlangga.

Aceh Jadi Percontohan

Dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, Airlangga menyoroti Provinsi Aceh sebagai salah satu daerah yang dapat menjadi percontohan bagi wilayah lain di Indonesia.

Menurut dia, Aceh telah memiliki ekosistem keuangan syariah yang relatif lengkap, mulai dari sektor perbankan, lembaga keuangan non-bank, hingga keuangan sosial syariah melalui Baitulmal.

"Salah satu role model keuangan yang kita potret oleh pemerintah adalah Provinsi Aceh. Jadi kita lihat di Aceh ada role model keuangan syariah yang lengkap, sinergi sektor perbankan, lembaga keuangan non-bank, dan keuangan sosial," tutur dia.

Total aset bank umum syariah di Aceh telah mencapai Rp65,05 triliun. Pertumbuhan dana pihak ketiga atau simpanan masyarakat di perbankan syariah Aceh juga tercatat lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional, yakni mencapai 15,65 persen.

Sementara itu, pembiayaan perbankan syariah di Aceh tumbuh sekitar 11 persen. Tingkat pembiayaan bermasalah atau non-performing financing juga berada di bawah rata-rata nasional, yakni sebesar 2,16 persen.

Airlangga menambahkan, tingkat inklusi keuangan syariah di Aceh telah mencapai 72 persen. Adapun tingkat literasi keuangan syariahnya mencapai 65,18 persen dan menjadi yang tertinggi di tingkat nasional.

"Jadi tentu yang ini bisa menjadi model untuk berbagai daerah yang lain. Dan literasi keuangannya di angka 65,18 persen. Ini tertinggi di level nasional," urainya. (Id88)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement