Breaking News
Memuat breaking news...

Indra Iskandar: Lingkungan Setjen DPR RI Harus Bebas Dan Bersih Dari Narkoba

Redaksi
Redaksi
Rabu, 18 September 2024 - 3.10 PM WIB
Indra Iskandar: Lingkungan Setjen DPR RI Harus Bebas Dan Bersih Dari Narkoba
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada): Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar "Sosialisasi Bebas Narkoba" sebagai upaya menginformasikan bahaya narkoba di lingkungan Setjen DPR.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI, Indra Iskandar, dalam sambutannya menyatakan bahwa sosialisasi juga berupaya untuk menjauhkan penyalahgunaan narkoba dari lingkungan Setjen DPR.

"Ini acara sosialisasi tentang bahaya narkoba yang bekerja sama dengan BNN, dan juga dilakukan tes urin bagi seluruh pegawai," ujarnya.di Gedung Nusantara, Senayan, Selasa (18/9/2024).

Pelaksanaan tes urin dilakukan secara bertahap selama dua hari. Pada hari pertama, tes ditujukan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), sedangkan untuk Tenaga Sistem Pendukung (TSP) akan dilakukan pada hari berikutnya.

"Tes urin ini dilakukan untuk memastikan setiap orang yang bekerja di lingkungan Setjen DPR benar-benar bebas dari narkoba," tandas Indra Iskandar.

Indra Iskandar menegaskan langkah ini sebagai komitmen Setjen DPR untuk menjaga integritas dan kualitas kerja para pegawai. Selain sosialisasi dan tes urin, Setjen DPR akan terus melakukan diseminasi informasi mengenai bahaya narkotika kepada seluruh pegawai di lingkungan Setjen DPR.

"Kita akan terus melakukan sosialisasi dan diseminasi tentang efek bahaya narkotika. Harapannya, ke depan, lingkungan kompleks parlemen, khususnya Setjen DPR, benar-benar bersih, clear dan bebas dari narkoba," tukas Sekjen PR I Indra Iskandar. (J05) .

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement