Breaking News
Memuat breaking news...

Ini Kriteria Pemimpin Menurut Puan

Redaksi
Redaksi
Jumat, 29 April 2022 - 6.51 PM WIB
W
Waspada
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada): Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Puan Maharani menyinggung soal pemimpin yang layak dipilih dalam Pemilu 2024 nanti.

Puan menyebut pemimpin yang layak didukung adalah pemimpin yang betul-betul cinta Indonesia.

“Dukung orang yang memang mau bantu, mau bergotong royong membangun bangsa ini bersama,” kata Puan dalam relisnya yang diterima, Jumat (29/4/2022) di Jakarta.

Kenapa saya ngomong gini? Kadang-kadang sekarang kita suka, yoweslah (ya sudahlah, red) dia aja asal ganteng, asal bukan perempuan. Atau dia aja walaupun nggak bisa apa-apa juga nggak apa, yang penting dia nyenengin kalau di sosmed (sosial media) atau di TV,” ujar Puan pada saat acara peletakan batu pertama pembangunan Kantor DPC PDI-P Wonogiri, Selasa (26/04).

Puan menegaskan, agar pemilih tidak asal pilih dan keblinger karena hanya melihat sosok dari panggung media ataupun panggung sosmed. Perempuan yang pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator termuda (Menko PMK 2014-2019) ini menyebut pemimpin harus bisa kerja dan dekat dengan rakyat.

“Pilihlah orang-orang yang betul-betul memperjuangkan kita, pernah bersama-sama kita, pernah bergotong royong bersama kita,” tutur Puan.

Agenda Puan di DPC PDI-P Wonogiri ini merupakan rangkaian dari kegiatan kunjungan kerjanya di Kota Solo, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Wonogiri, dan Kabupaten Sragen. Dalam kunjungan kerja pad 26 – 27 April, Puan mendatangi Desa Gendayakan, Wonogiri, desa yang sudah puluhan tahun tidak punya akses air bersih hingga mengecek harga bahan pokok di Pasar Jungke Karanganyar. (J05)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement