Breaking News
Memuat breaking news...

Ini Tanggapan Pemerintah Atas Pandangan Umum Fraksi Di DPR Terkait RUU APBN

Redaksi
Redaksi
Selasa, 27 Agustus 2024 - 3.57 PM WIB
Ini Tanggapan Pemerintah Atas Pandangan Umum Fraksi Di DPR Terkait RUU APBN
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada): Menteri Keuangan (Menkeu) memaparkan tanggapan pemerintah terhadap pandangan umum Fraksi-Fraksi di DPR atas Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) Tahun 2025 beserta Nota Keuangannya dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (27/8/2024) di Jakarta.

Menkeu menegaskan komitmen pemerintah untuk mengatasi tantangan perekonomian global dan memaksimalkan agenda pembangunan nasional.

Dia mengungkapkan bahwa arsitektur RAPBN 2025 didesain dengan tujuan utama untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendorong pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia.

“RAPBN 2025 diarahkan untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi serta mendukung pencapaian Visi Indonesia Emas 2045,” ujar Menkeu.

Pada bagian lain Menkeu menekankan pentingnya fleksibilitas dalam desain RAPBN 2025 untuk memberikan ruang fiskal yang cukup agar pemerintah dapat menghadapi ketidakpastian ekonomi global serta melaksanakan program-program unggulan dengan efektif.

“Desain RAPBN 2025 kami arahkan lebih fleksibel agar dapat mengantisipasi berbagai ketidakpastian serta memberikan dukungan optimal terhadap program-program pemerintahan selanjutnya,” jelasnya.

Menkeu menyampaikan bahwa situasi perekonomian global yang bergerak sangat dinamis saat pembahasan RAPBN 2025 ini, perlu direspon secara cermat dan tepat.

Dalam menghadapi risiko ketidakpastian global yang tinggi, pemerintah juga meminta dukungan penuh dari seluruh stakeholder serta anggota Dewan. Lebih lanjut, menteri Keuangan menegaskan bahwa RAPBN 2025 dirancang dengan prinsip-prinsip utama yaitu stabilitas, inklusivitas, dan keberlanjutan.

Sebelumnya, dalam rapat paripurna ini seluruh fraksi menyampaiakn pandangan umum atas RUU APBN Tahun Anggaran 2025 beserta Nota Keuangannya. Seluruh fraksi mendorong optimalisasi pendapatan negara.

Pemerintah, tambahnya, terus berupaya meningkatkan rasio perpajakan melalui reformasi perpajakan yang lebih efektif, intensifikasi, pemanfaatan teknologi, sinergi, penegakan hukum, dan harmonisasi kebijakan internasional, yang diharapkan memperkuat kesinambungan fiskal dan mendukung pencapaian target pembangunan.

Selain itu, upaya optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga akan turut dilakukan.

“Upaya optimalisasi PNBP terus dilakukan melalui optimalisasi pemanfaatan SDA dengan penyempurnaan kebijakan, optimalisasi dividen BUMN melalui perbaikan kinerja dan efisiensi BUMN, peningkatan inovasi layanan dan perbaikan tata kelola PNBP, optimalisasi pengelolaan BMN, serta peningkatan sinergi antar instansi pemerintah melalui perluasan pemanfaatan teknologi dan informasi,” tutur Menkeu.

Selain terkait dengan fiskal, beberapa hal lain yang menjadi perhatian fraksi-fraksi di DPR RI terkait RAPBN 2025 antara lain penguatan kedaulatan pangan dan pengurangan impor pangan, upaya pencegahan stunting program makan bergizi gratis (MBG) yang menyasar ibu hamil/menyusui dan balita serta beberapa hal lain yang terkait dengan pembangunan. (J05)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement