Breaking News
Memuat breaking news...

Inilah Syarat Putin Akhiri Invasi Ke Ukraina

Redaksi
Redaksi
Selasa, 1 Maret 2022 - 3.55 PM WIB
W
Waspada
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada): Presiden Rusia, Vladimir Putin, membeberkan sejumlah syarat untuk mengakhiri invasi pasukan mereka ke Ukraina. Mulai dari menuntut netralitas Kiev hingga akui Crimea.

Rusia diketahui menginvasi Ukraina timur atas perintah Putin pada Kamis (26/2). Di hari itu pasukan Moskow merangsek ke sejumlah kota dan tak lama kemudian terdengar ledakan.

Pertempuran sengit pun tak terelakkan antara pasukan Ukraina dan pasukan Rusia. Hingga kini menurut laporan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) tercatat 102 warga sipil tewas dan 500 ribu warga mengungsi.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, sudah sejak awal meminta perdamaian namun Rusia abai. Berikut deret syarat yang diajukan Kremlin untuk mengakhiri invasi di Ukraina saat berbicara dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Senin (28/2).

  1. Ukraina Harus Netral
    Putin menuntut Ukrainian harus bersikap netral dan tak memihak kepada Barat.

Jauh sebelum invasi terjadi, Rusia juga kerap menyatakan agar Ukraina tak bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Putin cemas jika itu terjadi kedaulatan dan keamanan negaranya terancam.

  1. Hapus Pengaruh Nazi atau Fasisme
    Melalui pernyataan yang dirilis Kremlin, Putin menyatakan salah satu kunci solusi konflik kedua negara ini yakni Ukraina harus menghapus pengaruh Nazi atau praktik fasisme (denazifikasi) dan demiliterisasi.

Rusia menilai Ukraina adalah negara neo-Nazi. Alasan ini menjadi salah satu dalih Moskow menyerang negara di Eropa Timur itu.

Selama ini, Putin mengklaim sebagian penduduk di Ukraina, utamanya di wilayah timur menjadi target diskriminasi hingga genosida.

Masyarakat di wilayah itu memang disebut lebih fasih berbahasa Rusia dan dekat dengan kultur Negeri Beruang Merah.

Wilayah timur Ukraina memang bergejolak sejak Rusia mencaplok Crimea pada 2014 lalu.

  1. Ukraina Harus Akui Crimea Milik Rusia
    Selain dua hal itu, Putin juga menuntut Ukraina untuk mengakui Crimea yang dicaplok sekitar delapan tahun lalu. Wilayah ini berbatasan langsung dengan Laut Hitam.

"Rusia terbuka untuk Rusia terbuka untuk pembicaraan dengan perwakilan Ukraina dan mengharapkan (pembicaraan) mengarah pada hasil yang diinginkan," demikian bunyi pernyataan Kremlin.(cnni)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement