Intervensi Hipertensi Sejak Dini Investasi Terbaik Masa Depan Berkualitas Bagi Remaja Medan BelawanIntervensi Hipertensi Sejak Dini Investasi Terbaik Masa Depan Berkualitas Bagi Remaja Medan Belawan

Oleh: Tadzkia Hanifah
HIPERTENSI, kebanyakan orang akan langsung membayangkan penyakit yang dialami oleh orang tua. Padahal anggapan tersebut sudah tidak sepenuhnya benar. Hipertensi mulai banyak ditemukan pada usia yang lebih muda, bahkan pada remaja.
Kondisi ini tentu menjadi perhatian karena tekanan darah yang tinggi sejak usia muda dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius di kemudian hari. Pencegahan harus dimulai sedini mungkin melalui perubahan gaya hidup yang lebih sehat.
Fenomena tersebut juga mulai terlihat di wilayah Medan Belawan. Sebagai kawasan pesisir, Belawan memiliki karakteristik masyarakat dengan pola konsumsi yang khas. Makanan laut yang diolah dengan banyak garam, ikan asin, hingga berbagai makanan instan cukup mudah ditemukan dan menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari.
Aktivitas fisik remaja semakin berkurang karena banyak waktu dihabiskan untuk bermain gawai, menonton media sosial atau nobar bola nongkrong di café-café makanan dan minuman saji yang tinggi gula hingga larut malam lumayan wifi gratis hanya dengan secangkir minuman kadar gula tinggi. Kebiasaan tidur larut malam juga semakin sering terjadi sehingga kualitas istirahat menurun. Kombinasi dari berbagai kebiasaan tersebut menjadi faktor yang dapat meningkatkan risiko prehipertensi dan hipertensi pada usia muda.
Hipertensi sendiri merupakan kondisi ketika tekanan darah berada di atas batas normal dalam jangka waktu tertentu. Sebelum memasuki tahap hipertensi, seseorang biasanya mengalami prehipertensi. Pada fase ini, tekanan darah memang belum terlalu tinggi, tetapi sudah menjadi tanda bahwa tubuh memerlukan perubahan gaya hidup.Jika cepat tanggap dengan kondisi fase prehipertensi masih bisa dicegah dengan melakukan intervensi perubahan gaya hidup secara sadar.
Sayangnya, banyak remaja yang tidak menyadari kondisi tersebut karena hipertensi sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas. Akibatnya, tekanan darah tinggi baru diketahui setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan jika dibiarkan tidak diobati akan merusak pembuluh darah dan memicu komplikasi fatal stroke di usia muda tekanan darah tinggi dapat menyumbat pembuluh darah ,gagal ginjal kronis dan cuci darah, kerusakan jantung dan gangguan penglihatan. Jika sudah tegak diagnose hipertensi primer maka harus minum obat hipertensi seumur hidup.
Kurangnya aktivitas fisik menjadi salah satu penyebab yang cukup menonjol. Dahulu, banyak remaja menghabiskan waktu sore hari dengan bermain di luar rumah atau mengikuti kegiatan olahraga. Kini, aktivitas tersebut mulai tergantikan oleh penggunaan telepon pintar. Waktu yang seharusnya digunakan untuk bergerak justru lebih banyak dihabiskan di depan layar. Padahal, aktivitas fisik secara rutin mampu menjaga berat badan tetap ideal, memperkuat kerja jantung, dan membantu mengendalikan tekanan darah.
Pola makan juga memiliki pengaruh yang besar selain kurangnya aktivitas fisik. Makanan dengan kandungan garam tinggi memang terasa lebih nikmat, tetapi jika dikonsumsi secara berlebihan dapat menyebabkan tekanan darah meningkat. Kebiasaan membeli makanan cepat saji, camilan kemasan, atau makanan olahan di sekitar sekolah juga semakin memperbesar risiko tersebut oleh karena itu, penting bagi remaja untuk mulai memperhatikan kandungan gizi makanan yang dikonsumsi setiap hari, bukan hanya memilih makanan berdasarkan rasa atau harga yang murah.
Masalah lain yang sering dianggap sepele adalah kebiasaan begadang. Banyak remaja tidur lewat tengah malam karena bermain media sosial, menonton film, atau bermain gim daring. Bahkan tidak sedikit yang tetap menggunakan telepon genggam hingga tertidur. Padahal, kurang tidur dapat memengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh dan meningkatkan hormon stres yang berpengaruh terhadap tekanan darah. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut dapat berdampak pada kesehatan fisik maupun kemampuan belajar di sekolah.
Melihat berbagai permasalahan tersebut, diperlukan langkah nyata untuk membangun gaya hidup sehat di kalangan remaja Belawan. Berbagai Upaya dilakukan Puskesmas Belawan melakukan CKG (Cek Kesehatan gratis) di sekolah dan penyuluhan memberikan edukasi mengenai pentingnya pola hidup sehat melibatkan tim kesehatan dan nutrionis ahli gizi pola makan dan istirahat yang cukup.
Remaja perlu memahami bahwa tidur yang cukup bukan hanya membuat tubuh terasa segar, tetapi juga membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Membatasi penggunaan gawai sebelum tidur serta memiliki jadwal tidur yang teratur merupakan kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan setiap hari. Selain kegiatan CKG sekolah puskesmas Belawan hadir di posyandu ILP 39 posyandu ILP mengaktifkan Kembali pembinaan posyandu remaja menghadirkan dokter spesialis dari rumah sakit PHC dan rumah sakit Angkatan laut.
Penyediaan fasilitas olahraga dan ruang publik yang ramah remaja juga perlu menjadi perhatian. Keberadaan taman, lapangan olahraga, jalur jogging, atau area bermain yang nyaman akan mendorong remaja untuk lebih aktif bergerak.
Fasilitas tersebut juga dapat menjadi tempat berkumpul yang positif sehingga waktu luang tidak hanya dihabiskan di depan layar android aktif melakukan perlombaan olah raga remaja seperti sepak bola, badminton dan bola basket serta olah raga lain.
Lingkungan sekolah pun memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan hidup sehat. Salah satunya melalui pembatasan penjualan jajanan yang tinggi garam, gula, dan lemak di sekitar sekolah. Sebagai gantinya, kantin sekolah dapat menyediakan pilihan makanan yang lebih sehat seperti buah-buahan, sayuran, atau makanan dengan kandungan garam yang lebih rendah.
Langkah sederhana ini dapat membantu remaja membiasakan diri memilih makanan yang lebih baik bagi kesehatannya. Pengawasan dinas kesehatan Kota Medan yang dilakukan oleh Puskesmas Belawan harus dilakukan kita menginginkan generasi muda sehat tumbuh berkembang menjadi generasi yang kuat dan Tangguh membangun kota Medan sesuai slogan Medan untuk semua merupakan visi wali kota dan wakil wali kota Medan Bapak Rico Tri Putra Banyu Waas dan Bapak Zakiyuddin Harahap.
Pencegahan hipertensi tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Keluarga, sekolah, tenaga kesehatan, masyarakat, dan pemerintah daerah harus saling mendukung agar tercipta lingkungan yang mendorong remaja menjalani pola hidup sehat. Orang tua dapat memberikan contoh di rumah, sekolah dapat memperkuat edukasi kesehatan, sementara pemerintah dapat menyediakan fasilitas yang mendukung aktivitas fisik serta mengawasi keamanan pangan di sekitar sekolah.
Hipertensi pada usia muda bukanlah masalah yang boleh dianggap sepele. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menimbulkan berbagai penyakit serius pada masa depan. Sebaliknya, apabila gaya hidup sehat mulai diterapkan sejak sekarang, risiko tersebut dapat ditekan secara signifikan. Melalui edukasi mengenai pola tidur, peningkatan aktivitas fisik, penyediaan ruang publik yang ramah remaja, dan pembatasan jajanan tidak sehat di sekitar sekolah, remaja Belawan memiliki kesempatan untuk tumbuh menjadi generasi yang lebih sehat, aktif, dan produktif. Pencegahan sejak dini merupakan investasi terbaik untuk menciptakan masa depan yang lebih berkualitas.
Batasan rentang umur remaja menurut Kementrian Kesehatan penduduk yang berusia 10 sampai 18 tahun, sedangkan menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) rentang umur 10-24 tahun menurut WHO 10-19 tahun. Cek Kesehatan Gratis (CKG) Adalah salah satu cara mendeteksi hipertensi dini pada remaja diharapkan dengan CKG Indonesia punya BIG DATA Kesehatan agar mudah melakukan intervensi mulai promosi Kesehatan, kuratif dan rehabilitatif di setiap siklus umur mulai bayi, balita, ibu hamil, anak, remaja dan lansia yang dilakukan oleh semua instansi terkait dan bahan monitoring untuk membuat kebijakan oleh pemerintah daerah dan seluruh SKPD terkait.
Hari ini masalah kesehatan bukan hanya tugas Kementerian Kesehatan tapi terlibat Kemendagri karena perubahan pola penyakit dari penyakit menukar ke penyakit tidak menular atau disebut penyakit kronis salah satunya hipertensi dan diabetes tertinggi di Indonesia penyebabnya terjadi pergerseran pola hidup. Kesehatan masyarakat hari ini tidak baik-baik saja harus segera ditangani dengan intervensi yang tepat dan monitoring berkelanjutan.***
Penulis adalah Mahasiswi Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK) Semester 1 Banda Aceh































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda