Breaking News
Memuat breaking news...

Investasi UOI US$155 Juta Di Sei Mangkei Didorong Serap Tenaga Kerja Lokal

Redaksi
Redaksi
Rabu, 26 Agustus 2026 - 7.40 PM WIB
Investasi UOI US$155 Juta Di Sei Mangkei Didorong Serap Tenaga Kerja Lokal
Wagubsu menghadiri peresmian perluasan produksi PT Unilever Oleochemical Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Rabu (26/8/2026). Waspada.id/ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

SIMALUNGUN (Waspada.id): Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mendorong ekspansi PT Unilever Oleochemical Indonesia (UOI) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat, terutama melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan kemitraan dengan UMKM.

Wakil Gubernur Sumut Surya mengatakan, pengembangan operasional produksi fatty alcohols PT UOI dengan nilai investasi US$155 juta diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas industri, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi di sekitar kawasan.

Hal itu disampaikan Surya saat menghadiri peresmian pengembangan operasional produksi PT UOI di Marvel 3 Hall KEK Sei Mangkei, Simalungun, Rabu (26/8/2026).

Menurut Surya, keberhasilan investasi tidak cukup hanya dilihat dari besarnya modal yang masuk maupun peningkatan volume produksi. Investasi harus mampu memberikan manfaat langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika investasi mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Saya berharap pengembangan operasional ini semakin membuka ruang bagi tenaga kerja lokal, memperkuat kompetensi sumber daya manusia kita, serta memperluas kemitraan dengan UMKM," ujar Surya.

Ia menilai keterlibatan pelaku usaha lokal menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem industri yang kuat dan berkelanjutan. Karena itu, Pemprov Sumut mendorong PT UOI dan investor lainnya di KEK Sei Mangkei membuka peluang lebih besar bagi pemasok dan penyedia jasa lokal untuk masuk dalam rantai pasok industri.

"Kita ingin industri besar tumbuh bersama masyarakat. Keterlibatan UMKM dan tenaga kerja lokal akan membuat manfaat ekonomi dari keberadaan KEK Sei Mangkei ini dirasakan secara inklusif dan merata," tegasnya.

Surya juga mengapresiasi PT UOI yang menjadikan Sumut sebagai salah satu basis penting pengembangan industri kimia dan rantai pasok global. Menurutnya, Sumut memiliki potensi besar sebagai salah satu daerah penghasil kelapa sawit utama Indonesia, dengan produksi mencapai 5,2 juta ton pada 2024.

Di tengah ekspansi industri tersebut, Surya mengingatkan agar pertumbuhan ekonomi tetap berjalan seiring dengan pengelolaan lingkungan, efisiensi energi dan pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan.

Pemprov Sumut, lanjutnya, akan terus menjaga iklim investasi melalui kemudahan berusaha, kepastian hukum serta penguatan infrastruktur pendukung kawasan industri.

Sementara itu, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan pemerintah berkomitmen memperkuat infrastruktur energi untuk menjaga keberlanjutan investasi di KEK Sei Mangkei.

Salah satunya melalui pembangunan jaringan pipa gas Dumai-Sei Mangkei senilai Rp3,5 triliun yang diharapkan dapat memberikan kepastian pasokan energi bagi industri di kawasan tersebut.

Selain gas, pasokan listrik berbasis energi terbarukan juga diperkuat melalui percepatan operasional PLTA Batang Toru berkapasitas 510 MW dan PLTA Asahan 3 berkapasitas 150 MW, serta optimalisasi potensi panas bumi.

Langkah tersebut diproyeksikan mendorong bauran energi baru terbarukan (EBT) di Sumut mencapai 30-40 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.

"Dengan ketersediaan gas, listrik terbarukan, dan bahan baku yang cukup di dalam satu ekosistem KEK Sei Mangkei, daya saing produk industri kita di pasaran global akan menjadi sangat tinggi," ujar Yuliot.

Sekjen Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang mengungkapkan, hingga pertengahan 2026, KEK Sei Mangkei telah menarik akumulasi investasi US$1,87 miliar dari 29 pelaku usaha dan menyerap lebih dari 16.000 tenaga kerja.

PT UOI menjadi salah satu investor utama dengan akumulasi investasi US$52 juta, di luar nilai ekspansi terbaru.

"Pada semester I-2026, ekspor UOI menyumbang US$403 juta, atau lebih dari separuh total ekspor KEK Sei Mangkei yang sebesar US$778 juta. Kontribusi ini membuktikan hilirisasi kelapa sawit di Indonesia mampu bersaing langsung di rantai nilai global," ungkap Rizal.

Chief Supply Chain Officer Unilever Willem Uijen menyatakan optimistis terhadap perkembangan manufaktur berkelanjutan di Indonesia. Fasilitas operasional UOI secara keseluruhan diproyeksikan mampu mengirim hingga 600.000 ton produk oleokimia ke lebih dari 30 negara.

Kapasitas tersebut berpotensi menghasilkan nilai ekspor hingga US$800 juta. Menurut Willem, pengembangan fasilitas fatty alcohol tidak hanya bertujuan meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga memperkuat manufaktur rendah karbon berbasis bioenergi sirkular.

"Investasi ini bukan sekadar perluasan kapasitas produksi, tetapi juga dedikasi kami pada manufaktur rendah karbon berbasis bio-energi sirkular, serta komitmen memberdayakan tenaga kerja dan masyarakat lokal," tuturnya.

Peresmian pengembangan operasional produksi PT UOI tersebut turut dihadiri Direktur Utama PTPN IV Jatmiko Krisna Santosa, Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih, Bupati Batubara Baharuddin Siagian, unsur Forkopimda Sumut dan Simalungun, serta pimpinan BUMN dan investor di kawasan. (Humas Kominfo)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement