Breaking News
Memuat breaking news...

Iran Mengganas, 4 Rudal Balistik Gempur Kapal Induk AS USS Abraham Lincoln

Redaksi
Redaksi
Selasa, 3 Maret 2026 - 12.28 AM WIB
Iran Mengganas, 4 Rudal Balistik Gempur Kapal Induk AS USS Abraham Lincoln
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Iran menyerang kapal induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln dengan menggunakan empat rudal balistik.

Kantor humas Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melaporkan pada Minggu (1/3) serangan itu diluncurkan sebagai bagian dari Operasi True Promise 4.

"Kapal USS Abraham Lincoln telah menjadi sasaran empat rudal balistik sebagai bagian dari Operasi True Promise 4," demikian laporan media yang dikendalikan pemerintah, Tasnim News Agency.

Menurut laporan Tasnim, serangan Teheran kini telah memasuki fase baru, di mana wilayah darat dan laut menjadi medan perang.

Iran bersumpah kedua wilayah ini akan menjadi "tempat pemakaman para agresor teroris".

Pada Sabtu (28/2), AS dan Israel menyerang Iran hingga Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas. Serangan itu juga menewaskan puluhan pejabat tinggi Iran dan ratusan anak sekolah.

Iran telah meluncurkan serangan balasan ke berbagai wilayah Israel dan pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah. Setidaknya ledakan dilaporkan terjadi di wilayah Arab Saudi, Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab, Bahrain, hingga Irak.

Dua kapal induk AS saat ini memang berada di perairan Timur Tengah. USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford dikirim Presiden AS Donald Trump ke sana untuk menekan Iran segera menyepakati negosiasi nuklir.

Iran dan AS sedang dalam negosiasi nuklir sebelum perang meletus. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran Ali Larijani kini menegaskan negosiasi tak akan berlanjut pasca tewasnya Khamenei.(cnni)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement