Breaking News
Memuat breaking news...

Iran Pastikan Tetap Buru Netanyahu Jika Masih Hidup

Redaksi
Redaksi
Minggu, 15 Maret 2026 - 1.48 PM WIB
Iran Pastikan Tetap Buru Netanyahu Jika Masih Hidup
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengklaim telah meluncurkan serangan rudal dan drone yang menghantam tiga pangkalan udara Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah pada Minggu (15/3).

Seperti dilansir Anadolu, mengutip kantor berita Fars, IRGC menyatakan telah menargetkan "pusat konsentrasi pasukan AS" di pangkalan udara Al-Harir di Erbil, Irak.

Selain itu, pangkalan Ali Al Salem dan Arifjan milik AS juga diklaim hancur akibat hantaman rudal dan drone canggih milik Teheran.

Serangan ini disebut sebagai gelombang ke-52 dari "Operasi Janji Setia 4" (Operation True Promise 4). IRGC menegaskan aksi ini merupakan balasan atas kematian para pekerja di zona industri Iran dalam serangan sebelumnya.

IRGC mengeluarkan ancaman terbuka terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. "Jika dia masih hidup, kami akan terus mengejar dan membunuhnya dengan kekuatan penuh," tulis pernyataan tersebut.

Sementara itu, Saluran TV Channel 12 Israel melaporkan dua orang luka ringan di Holon, Israel bagian tengah, akibat serangan rudal balistik terbaru Iran ini.

Menanggapi rumor yang beredar di media sosial mengenai dugaan pembunuhan Benjamin Netanyahu dalam serangan balasan Iran, kantor Perdana Menteri Israel memberikan klarifikasi kepada Anadolu.

Pihak otoritas menegaskan bahwa kabar tersebut adalah berita bohong (fake news) dan memastikan sang Perdana Menteri dalam kondisi "baik-baik saja".

Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih sejak serangan gabungan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari lalu. Operasi tersebut menewaskan sedikitnya 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Sejak saat itu, Teheran terus meluncurkan serangan balasan ke berbagai negara yang menampung aset militer AS, termasuk Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk.

Eskalasi ini telah memicu kerusakan infrastruktur yang luas serta mengganggu pasar global dan jalur penerbangan internasional.(cnni)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement