Breaking News
Memuat breaking news...

Isi Seminar Kesehatan Di GBKP Klasis Kp Lalang, Prof Ridha Ajak Generasi Muda Manfaatkan Bonus Demografi

Redaksi
Redaksi
Minggu, 17 November 2024 - 11.23 AM WIB
Isi Seminar Kesehatan Di GBKP Klasis Kp Lalang, Prof Ridha Ajak Generasi Muda Manfaatkan Bonus Demografi
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada): Calon Wali Kota Medan Nomor urut 2 Ridha Dharmajaya memberikan pencerahan kepada jemaat GBKP Klasis Kampung Lalang akan pentingnya menyadari bahaya penggunaan gadget atau dawai smartphone terlalu lama bagi kesehatan.

Sebab, katanya, akibat kecanduan gadget berdampak salah satu timbulnya penyakit yang dinamakan saraf kejepit pada leher.

"Biasanya saraf kejepit leher ini dialami oleh kalangan usia 50 tahun ke atas, tapi dua tahun terakhir ini ditemukan pasien anak-anak dan kaum muda mengalami saraf leher kejepit. Saat didalami penyakitnya, diketahui ternyata memiliki riwayat penggunaan gadget berlebihan di mulai dari belajar daring hingga dilanjutkan bermain game lebih dari 8 jam per hari," katanyq didepan kawula muda dia acara seminar kesehatan dan donor darah di Permata GBKP, Klasis Medan Kampung Lalang, Sabtu (15/11/2024).

Dikatakannya saat ini, didapati sebanyak 36,3 % remaja laki-laki usia 10-13 tahun mengalami masalah kesehatan mental.

Sedangkan diusia yang sama, masih berdasarkan survey tersebut, perempuan mengalami masalah kesehatan mental sebanyak 34,2 %.

Selanjutnya, untuk usia di atasnya, yakni remaja laki-laki usia 14-17 tahun memiliki permasalahan mental sebanyak 33 %, sedangkan remaja perempuan di usia yang sama lebih tinggi dari laki-laki sebanyak 36,2 %.

Menurut Inisiator Gerakan Gadget Sehat Indonesia itu, gangguan saraf kejepit akan menjadi ancaman bencana di tengah bonus demografi Indonesia, sebab Indonesia Emas 2045 harus diperkuat mulai saat ini di tengah bonus demografi.

"Adek-adek yang perlu diketahui bahwa saat Indonesia menempati peringkat pertama waktu penggunaan gadget dengan durasi penggunaannya 6 jam 20 menit. Dan jika ini terus berlanjut maka harapan bagi Indonesia yang bonus demografi akan musnah. Jadi, itulah yang disukai bangsa asing agar Indonesia tidak mendapatkan bonus demografi itu sehingga bangsa Indonesia tidak akan maju ke depan," ujarnya.

Menurut dokter ahli spesialis saraf itu bonus demografi ini harus dikelola dengan baik, seraya mengantisipasi segala efek negatif yang dapat merusak generasi, di antaranya penggunaan gadget pada anak yang dapat merusak kesehatan.

"Penggunaan gadget yang berlebihan akan menghabiskan waktu lebih banyak digunakan untuk bermain dengan gadget dibanding beraktivitas  di alam sekitar. Ini menyebabkan tekanan dan penyempitan pada jaringan syaraf terutama pada tulang belakang dan leher," katanya.

Keluhan yang terjadi pada penggunan gadget ini adalah cepat lelah, kurang konsentrasi, emosi tidak stabil yang sudah dialami oleh banyak anak-anak muda belia saat ini, karena kecanduan game online dan sosmed. (rel)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement