Breaking News
Memuat breaking news...

Israel Bom Masjid Di Lebanon

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 5 Oktober 2024 - 5.28 PM WIB
Israel Bom Masjid Di Lebanon
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada): Israel menyerang sebuah masjid di samping sebuah rumah sakit di Lebanon selatan pada Sabtu (5/10). Israel mengklaim milisi Hizbullah menjadikan rumah sakit tersebut sebagai pusat komando.

Dilansir Al Jazeera, pihak Rumah Sakit Salah Ghandour mengatakan sembilan staf medis dan perawatnya terluka akibat serangan Israel. Sebagian besar korban bahkan mengalami luka parah.

Militer Israel mengeklaim pejuang Hizbullah berada di dalam masjid, sehingga mereka menargetkan masjid tersebut. Namun Israel tidak memberikan bukti apa pun terhadap klaim mereka.

Kantor Berita Nasional milik pemerintah Lebanon melaporkan bahwa halaman rumah sakit di kota selatan Bint Jbeil juga menjadi sasaran penembakan Israel.

Sementara itu kantor berita AFP melaporkan bahwa direktur rumah sakit itu menyebut bangunan RS terkena serangan langsung dan dievakuasi.

Ini bukan kali pertama Israel membombardir fasilitas publik dan sipil seperti rumah sakit, bangunan sekolah, hingga tempat pengungsian.

Selama agresinya di Gaza Palestina sejak Oktober 2023 lalu, Israel juga berulang kali memerintahkan evakuasi dan menggeledah rumah sakit di Jalur Gaza. Militer Zionis mengeklaim Hamas bersembunyi di dalam fasilitas publik, dan menjalankan operasi mereka dari dalam.

Meski demikian selama melontarkan tuduhan itu, Israel belum memberikan bukti yang jelas.

Hampir satu tahun agresi Israel di Palestina, nyaris 42 ribu warga sipil tewas. Sebagian besar korban serangan-serangan brutal itu adalah kelompok rentan seperti perempuan, lansia, dan anak-anak.(cnni)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement