Breaking News
Memuat breaking news...

Jadikan Idul Fitri Momentum Bersimpuh Kepada Orangtua 

Redaksi
Redaksi
Jumat, 12 April 2024 - 5.32 AM WIB
Jadikan Idul Fitri Momentum Bersimpuh Kepada Orangtua 
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

P. BRANDAN (Waspada): Jadikan Hari Raya Idul Fitri sebagai momentum bersimpuh kepada kedua  orangtua atas segala khilaf dan kesalahan yang telah kita perbuat.

"Hakikat mudik adalah kembali ke pangkuan orangtua dan berjumpa kepada sanak keluarga Sosok yang paling berasa melahirkan kita ke dunia dan sosok menjadikan pahlawan pada diri kita," kata Ustadz Hamdani Rokan SHi MA saat menjadi khatib Idul Fitri 1445 H di Masjid Raya P.Brandan, Rabu(10/4/24).

Dia menuturkan, Allah telah mengingatkan kita untuk senantiasa berbuat kepada orangtua kita. "Berbuat baik tidak boleh berkata kasar, tidak boleh memaki tidak boleh menghardik apa lagi membentak," imbuhnya.

Di akhir khutbahnya, Ustadz Hamdani Rokan , mengajak kepada jemaah Idul Fitri untuk saling bermaaf maafan dan saling merangkul, hilangkan rasa kebencian kepada sanak keluarga.

Sebelumnya Ketua BKM Masjid Raya P.Brandan Iriansyah Nasution mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 H kepada seluruh jemaah Idul Fitri di Masjid Raya P.Brandan.

Sementara itu, Camat Babalan Restra Yudha S.IP membacakan sambutan Bupati Langkat menyatakan, dengan berakhirnya Ramadan agar untuk tetap menjaga ketaqwaan yang baru diraih.

Puasa Ramadan juga mengajarkan kita untuk tidak semata mementingkan hubungan baik kepada Allah tetapi sebagai muslim kita harus memiliki hubungan baik kepada sesama manusia.

Turut Salat Idul Fitri di Masjid Raya P.Brandan tokoh masyarakat Langkat dan Ketua KONI Langkat H Syah Afandin, tokoh agama, dan pejabat lainnya. (cbap)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement