Jalinsum Doloksanggul-Siborongborong Terus DioptimalkanJalinsum Doloksanggul-Siborongborong Terus Dioptimalkan

MEDAN (Waspada.id): Pengerjaan preservasi Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) ruas Doloksanggul–Siborongborong terus dioptimalkan guna meningkatkan kualitas infrastruktur dan kenyamanan pengguna jalan. Proyek yang berada di bawah Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara tersebut masih berlangsung dan ditargetkan rampung sesuai masa kontrak hingga Desember 2026.
Direktur CV Fathara Jasa Teknik, Ali Lubis, menjelaskan nilai kontrak proyek sebesar Rp3,37 miliar yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 tidak hanya diperuntukkan bagi pekerjaan pengaspalan atau patching, tetapi juga mencakup sejumlah pekerjaan preservasi lainnya.
"Item pekerjaannya meliputi patching jalan, pemasangan drainase, box culvert, marka jalan, hingga perbaikan guardrail. Jadi anggaran itu tidak seluruhnya digunakan untuk pekerjaan pengaspalan," ujar Ali di Medan, Sabtu (25/7/2026).
Penjelasan tersebut disampaikan menyusul adanya sorotan dari sejumlah warga di Desa Dolokmargu, Kecamatan Lintongnihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan, terkait hasil pengaspalan di beberapa titik yang dinilai belum maksimal.
Ali mengatakan retakan yang terlihat di lokasi merupakan kondisi badan jalan lama, bukan kerusakan pada lapisan aspal baru. Sementara itu, pelaksanaan pekerjaan pada malam hari dilakukan untuk memanfaatkan kondisi arus lalu lintas yang lebih lengang sehingga proses pengerjaan dapat berlangsung lebih aman dan tidak mengganggu mobilitas masyarakat.
Menurutnya, seluruh pekerjaan masih berada dalam tahap pelaksanaan sehingga evaluasi dan penyempurnaan terus dilakukan di lapangan. Apabila ditemukan hasil yang belum maksimal akibat faktor teknis maupun human error, pihak kontraktor memastikan akan melakukan perbaikan dan penyelesaian ulang sesuai standar yang berlaku.
Untuk menjaga mutu pekerjaan, setiap tahapan preservasi jalan diawasi secara berjenjang oleh konsultan pengawas bersama tim teknis BBPJN Sumatera Utara. Pengawasan tersebut dilakukan guna memastikan seluruh pekerjaan memenuhi spesifikasi teknis yang telah ditetapkan Kementerian Pekerjaan Umum.
Ali menambahkan, pihaknya juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan secara konstruktif selama proses pekerjaan berlangsung. Menurutnya, seluruh pelaksanaan proyek dilakukan secara transparan berdasarkan volume pekerjaan dan ketentuan kontrak yang berlaku.
Ia menegaskan akses Jalan Lintas Sumatera ruas Doloksanggul–Siborongborong memiliki peran strategis sebagai jalur penghubung antarwilayah di Sumatera Utara. Karena itu, percepatan penanganan pada titik-titik prioritas terus dilakukan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja dan kualitas konstruksi.
CV Fathara Jasa Teknik juga berkomitmen menyelesaikan seluruh pekerjaan secara maksimal, termasuk penyempurnaan operasional peralatan, penanganan retakan pada badan jalan lama, serta penyelesaian seluruh item preservasi sebelum masa kontrak berakhir pada Desember 2026. (wsp.id)































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda