Breaking News
Memuat breaking news...

Janji Berbuah Petaka

Redaksi
Redaksi
Senin, 18 November 2024 - 6.07 AM WIB
Janji Berbuah Petaka
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

ACEH UTARA (Waspada): Kapolres Aceh Utara, AKBP Nanang Indra Bakti, S.H.,S.I.K melalui Kasat Reskrim, AKP Novrizaldi, S.H, mengungkapkan, Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Aceh Utara, telah berhasil menangkap tiga pelaku tindak pidana pelecehan seksual dan pemerkosaan terhadap, AH,14, anak bawah umur, Senin (11/11).

Ketiga tersangka kasus pemerkosaan tersebut masing-masing berinisial, NM,15, MS,17, dan MF,23. Kasus pelecehan seksual dan pemerkosaan ini diketahui pihaknya, kata Novrizaldi, setelah mendapatkan laporan dari ibu korban.

Kepada awak media, Jumat pekan lalu, Novrizaldi menceritakan kronologis kejadiannya. Kata dia, kasus ini bermula terjadi pada, Rabu (6/11), NM,15, pacar dari MS,17, menghubungi AH,14, (korban) lewat telepon. NM mengajak AH jalan-jalan dan menjanjikan akan membeli baju baru buat AH. Dan saat itu, lewat telepon, NM mengatakan, AH akan dijemput oleh MS. Dan NM meminta AH untuk menuruti semua permintaan MS.

Selanjutnya, kata Novrizaldi, MS (tersangka) menjemput AH di kediamannya dengan mobil rental Toyota Yaris. Dari rumah korban, MS menjemput MF,23, (tersangka) yang kemudian mengambil alih kemudi. Ke tiganya bergerak menuju Kota Lhokseumawe. Dan dalam perjalanan, MS melakukan pelecehan seksual terhadap AH di kursi belakang mobil Yaris tersebut.

Sampai di Kota Lhokseumawe, kata Kasat Reskrim lagi, pelaku MF (sopir) menghentikan mobil di sebuah cofe hingga tengah malam. Kemudian, dalam perjalanan kembali ke Lhoksukon, pelaku MS kembali merudakpaksa korban di dalam mobil Yaris itu. Sedangkan MF mengemudikan kendaraan sambil mengaktifkan tombol centre lock untuk mengunci pintu dan jendela.

“Setibanya di Lhoksukon, kedua pelaku menurunkan korban di perempatan kota tanpa memberikan apa pun," ujar AKP Novrizaldi.

Motif Dan Penyelidikan

Berdasarkan pemeriksaan penyidik, sebut AKP Novrizaldi, petugas mendapati keterangan bahwa, MS (pelaku rudapaksa) kerab memberikan uang dan memenuhi kebutuhan pacarnya, NM. Sebagai imbalan dari pemberian tersebut, MS meminta NM untuk mencarikan perempuan yang bisa disetubuhi.

“Saat ditangkap, tubuh MS ditemukan penuh dengan bekas cupang di leher dan di dada, yang diduga dibuat oleh NM,” katanya.

Kemudian, lanjutnya, untuk saat ini, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Aceh Utara sedang menyusun berkas perkara untuk segera dilimpahkan ke Kejaksaan.

Imbauan Kepada Orang Tua

Kasat Reskrim AKP Novrizaldi mengimbau kepada para orang tua agar lebih waspada dalam mengawasi pergaulan anak-anak mereka. Kasus seperti ini, kata dia, menunjukkan pentingnya pengawasan orang tua untuk mencegah terjadinya tindakan kriminal yang melibatkan anak di bawah umur.

“Kami mengingatkan seluruh orang tua untuk selalu memantau aktivitas dan pergaulan anak-anak, baik secara langsung maupun melalui komunikasi yang terbuka. Jangan biarkan anak-anak menjadi korban kejahatan seperti ini," pungkasnya.(b07)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement