Breaking News
Memuat breaking news...

Jawab Kebutuhan Peserta, Direksi Baru BPJS Kesehatan Beberkan 8 Program Andalan

Redaksi
Redaksi
Rabu, 15 April 2026 - 12.35 PM WIB
Jawab Kebutuhan Peserta, Direksi Baru BPJS Kesehatan Beberkan 8 Program Andalan
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Kebutuhan peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) akan layanan yang cepat dan solutif menjadi fokus utama jajaran direksi baru BPJS Kesehatan periode 2026–2031. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peluncuran delapan program prioritas (Quick Wins) yang ditargetkan rampung dalam 100 hari kerja pertama.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menjelaskan bahwa delapan program tersebut terbagi dalam dua kategori, yakni empat program Customer Centric dan empat program Collaborative. Program ini dirancang berdasarkan aspirasi masyarakat yang menginginkan respons cepat saat menghadapi kendala dalam layanan administrasi maupun layanan kesehatan.

“Harapan masyarakat sama, yaitu bisa direspons dengan cepat dan solutif. Karena itu, kami hadirkan program yang fokus pada kebutuhan peserta sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor,” ujar Pujo, Rabu (15/04).

Empat program Customer Centric meliputi Respons Cepat Solutif, Iuran Kuat, Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Muda, serta Eliminasi Inefisiensi. Program Respons Cepat Solutif diarahkan untuk menangani keluhan peserta secara lebih efektif sekaligus memperluas jangkauan komunikasi hingga ke wilayah pedesaan.

Menurut Pujo, Quick Wins ini juga sejalan dengan visi pemerintahan Prabowo Subianto dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui sektor kesehatan. Ia menegaskan bahwa Program JKN telah memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan perlu terus dikawal bersama.

Salah satu inovasi utama dalam program tersebut adalah layanan Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) yang kini hadir selama 24 jam penuh. Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, menyebutkan bahwa sebelumnya layanan ini hanya tersedia pada jam kerja.

“Kini masyarakat dapat mengakses PANDAWA selama 24 jam dengan standar layanan prioritas kurang dari lima menit,” kata Akmal.

Layanan prioritas tersebut mencakup penambahan anggota keluarga, pengaktifan kembali status kepesertaan, serta perbaikan data peserta. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat penyelesaian berbagai kebutuhan administratif peserta JKN.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menilai kehadiran PANDAWA 24 jam sebagai bagian dari transformasi menuju digital welfare state. Ia menekankan pentingnya layanan publik yang proaktif dan berbasis digital untuk meningkatkan efisiensi.

Sementara itu, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menyebut akses layanan kesehatan yang cepat dan responsif sebagai fondasi penting dalam pembangunan kualitas SDM.
Apresiasi juga disampaikan Wakil Ketua BAZNAS, Zainul Tauhid Sa’adi, yang menilai inovasi PANDAWA 24 jam sebagai langkah progresif dalam menghadirkan layanan tanpa batas ruang dan waktu.

Selain Respons Cepat Solutif, program Iuran Kuat difokuskan pada optimalisasi penerimaan iuran melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk skema CSR dan cicilan fleksibel. Program Prolanis Muda ditujukan bagi peserta usia di bawah 45 tahun yang menderita penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi. Adapun Eliminasi Inefisiensi dilakukan melalui penguatan deteksi fraud serta pemanfaatan teknologi artificial intelligence dalam verifikasi klaim.

Di sisi lain, empat program Collaborative mencakup P-Care MBG, Siswa Sehat Sekolah Rakyat, Desa Sehat JKN, serta JKN 3T. Program-program ini menitikberatkan pada sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk sektor pendidikan, koperasi, dan layanan kesehatan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement