Breaking News
Memuat breaking news...

Jelang Final Piala Liga, Arteta Akui Tak Dekat Dengan Guardiola

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 21 Maret 2026 - 8.40 PM WIB
Jelang Final Piala Liga, Arteta Akui Tak Dekat Dengan Guardiola
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Pelatih Arsenal Mikel Arteta dan pelatih Manchester City Pep Guardiola terlihat saat pertandingan antara Manchester City melawan Arsenal dalam Liga Premier di Etihad Stadium, Manchester, Britain, Sabtu (28/8/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Russell Cheyne/rwa/cfo

LONDON (Waspada.id): Menjelang final Piala Liga Inggris 2025/2026 pada Minggu (22/3) di Stadion Wembley, London, pelatih Arsenal Mikel Arteta mengakui dirinya tidak sedekat dahulu dengan juru taktik Manchester City, Josep "Pep" Guardiola.

"Hubungan kami sudah berubah. Dia di Manchester, saya di London. Kami menangani dua klub berbeda," ujar Arteta, dikutip dari laman Arsenal, Sabtu (21/3).

Juru taktik asal Spanyol itu menyebut dia dan Guardiola nyaris tidak pernah bertemu layaknya sahabat.

Arteta dan Guardiola pernah bekerja di Manchester City selama sekitar tiga tahun sejak tahun 2016.

Kala itu, Arteta berstatus sebagai asisten dari Guardiola, di mana pada periode tersebut mereka membawa City dua kali menjuarai Liga Inggris, satu kali Piala FA dan dua kali Piala Liga Inggris.

"Kami tidak pernah menghabiskan waktu bersama dan itu penting untuk hubungan kami ini," tutur Arteta.

Namun, Arteta menegaskan tidak pernah melupakan waktu-waktu dengan Guardiola di Manchester City.

Guardiola, dia melanjutkan, merupakan salah satu sosok berpengaruh di karier kepelatihannya.

"Apa yang saya rasakan soal dia dan perjalanan kami sebelumnya, selalu akan sama. Apa yang dia lakukan untuk saya dan inspirasi yang dia berikan sejauh ini, tidak akan pernah berubah," kata Arteta.

Arteta pun menekankan bahwa pertandingan Arsenal versus Manchester City di final Piala Liga Inggris musim ini, bukanlah pertarungan dirinya melawan Guardiola.

"Bukan seperti itu karena di profesi ini (sebagai pelatih-red), kami harus terus belajar dan berkembang. Bagi saya, yang penting adalah kami memenangkan trofi. Itu saja," ujar pria berusia 43 tahun itu.

Arsenal dalam misi mendapatkan trofi juara Piala Liga Inggris ketiganya sepanjang sejarah klub, setelah merebutnya pada musim 1986/1987 dan 1992/1993.

Sementara Manchester City merupakan pemegang delapan gelar kampiun Piala Liga Inggris, yang terakhir kali mereka dapatkan pada musim 2020/2021. (id08/rtr)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement