Breaking News
Memuat breaking news...

Jelang Puncak Ibadah Haji, Pemerintah Saudi Perketat Akses Ke Armuzna

Redaksi
Redaksi
Jumat, 14 Juni 2024 - 12.41 PM WIB
Jelang Puncak Ibadah Haji, Pemerintah Saudi Perketat Akses Ke Armuzna
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada): Menjelang puncak ibadah haji, Pemerintah Arab Saudi memperketat akses menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Hanya kendaraan yang memiliki tasreh atau izin khusus yang diperbolehkan melintasi kawasan tersebut.

Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran dan keamanan ibadah haji bagi jutaan jemaah yang akan melaksanakan wukuf di Arafah pada 9 Zulhijah atau 15 Juni 2024.

Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI berkesempatan melihat situasi di Armuzna menjelang puncak haji. Dari pengamatan selama perjalanan menuju lokasi, lalu lintas menuju Armuzna sudah steril dengan sejumlah polisi melakukan penjagaan ketat.

Aparat kepolisian memeriksa setiap kendaraan yang melintas dan hanya meloloskan kendaraan yang berstiker tasreh.

"Kondisi lalu lintas di kawasan Armuzna saat ini tentu saja lengang. Kendaraan yang tidak berkepentingan akan diperiksa secara ketat oleh petugas," ujar Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang di Makkah, Kamis (13/6/2024).

Armuzna merupakan bagian penting dalam rangkaian ibadah haji yang dimulai dari wukuf di Arafah. Setelah melaksanakan wukuf, jemaah haji akan berangkat ke Muzdalifah untuk melaksanakan mabit, dilanjutkan dengan melakukan jamarot di Mina.

Marwan Dasopang menyatakan bahwa pengecekan ini dilakukan untuk memastikan jemaah haji terlayani dengan baik selama ibadah di Armuzna.

"Kami mengecek ke sini untuk memastikan kondisi tenda untuk wukuf, kemudian di Muzdalifah dan Mina sampai kembali ke hotel nanti, apakah kondisinya sudah memadai atau tidak," kata Marwan Dasopang.

Pemeriksaan ketat juga dilakukan kepada seluruh jemaah termasuk Timwas haji DPR RI.

Ini sangat penting mengingat dari 241.000 jemaah Indonesia yang mayoritas terdiri atas lansia (lanjut usia), berpotensi menimbulkan masalah di Armuzna. Oleh karena itu, perhatian khusus dari Pemerintah diperlukan.

Dengan adanya pengawasan dan pemeriksaan ketat ini, diharapkan pelaksanaan ibadah haji tahun ini dapat berjalan dengan lancar dan aman.

Pemerintah Arab Saudi dan Timwas Haji DPR RI terus berupaya memberikan yang terbaik bagi jemaah haji Indonesia, memastikan bahwa mereka dapat menjalankan ibadah dengan nyaman dan khusyuk. (J05).

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement