Breaking News
Memuat breaking news...

Jembatan Penghubung Rusak Parah, Mahasiswa dan Warga Desak Bupati Madina Segera Tindak Lanjut

Redaksi
Redaksi
Rabu, 15 April 2026 - 12.19 AM WIB
Jembatan Penghubung Rusak Parah, Mahasiswa dan Warga Desak Bupati Madina Segera Tindak Lanjut
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

SIULANGALING (Waspada.id): Kondisi Jembatan Rambin yang menghubungkan Desa Ranto Panjang dan Lubuk Kapundung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), kini memprihatinkan. Jembatan vital yang menjadi satu-satunya akses warga dan siswa sekolah ini dinilai sudah tidak layak lalui, memicu keprihatinan mendalam dari Ikatan Mahasiswa Siulangaling (IMS).

Melalui keterangan tertulis, Selasa (14/4), IMS meminta Bupati Madina dan DPRD segera mengalokasikan anggaran khusus untuk pembangunan atau perbaikan jembatan tersebut.

"Kami sangat berharap Bupati dan DPRD segera perhatikan jalan penghubung ini yang sudah lama rusak. Padahal ini jalur vital warga," ujar perwakilan mahasiswa.

Dijelaskan, jembatan berukuran sekitar 50 meter x 2 meter ini dibangun pada masa kepemimpinan Bupati Dahlan Hasan Nasution. Namun ironisnya, sejak dibangun hingga kini, infrastruktur ini belum pernah mendapatkan perbaikan serius baik dari APBD maupun Dana Desa.

"Sejak Ramadan lalu atau sekitar dua bulan terakhir, kondisi jembatan ini sudah sangat mengkhawatirkan. Kami khawatir sekali dengan keselamatan anak sekolah, terutama siswa SMP dan SMA yang setiap hari harus melewati sini," tambahnya.

Akibat kurangnya perhatian, warga terpaksa menggalang dana sendiri untuk perbaikan seadanya. Padahal, menurut mereka, pemeliharaan rutin seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

Camat Konfirmasi, Usulan Sempat Tertunda Efisiensi Anggaran

Dikonfirmasi terpisah, Camat Muara Batang Gadis, Zul Hidayat, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengakui jembatan ini sangat vital, terutama saat air sungai meluap.

"Kalau air tidak besar memang bisa diseberangi, tapi kalau naik, pasti lewat jembatan ini. Kalau kerusakan kecil biasanya desa yang perbaiki, tapi kalau kondisi sekarang butuh anggaran besar," jelas Zul.

Dikatakannya, usulan perbaikan sebenarnya sudah pernah dimasukkan dalam Musrenbang Kabupaten, namun tertunda karena adanya efisiensi anggaran.

"Insya Allah untuk Musrenbang mendatang, kami minta Kades segera buat proposal agar bisa dianggarkan kembali," tutupnya. (Id100)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement