Breaking News
Memuat breaking news...

Kabur Aja Dulu... Dari Dosa!

Redaksi
Redaksi
Kamis, 20 Februari 2025 - 2.38 PM WIB
Kabur Aja Dulu... Dari Dosa!
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Oleh Dr. Bukhari, M.H., CM

Belakangan ini, istilah "Kabur Aja Dulu" sedang viral di media sosial. Awalnya, ungkapan ini digunakan untuk melarikan diri dari situasi yang tidak diinginkan, seperti menghindari masalah atau situasi sulit. Tapi bagaimana jika kita memaknai tren ini dengan cara yang lebih bermakna? Menjelang bulan suci Ramadhan, mari kita terapkan "Kabur Aja Dulu" dari dosa!.

Mari jujur, banyak dosa yang terasa menyenangkan di awal. Ghibah terasa seru, menunda shalat terasa sepele, menipu terasa menguntungkan, dan maksiat lainnya sering dianggap biasa. Tapi, seperti jebakan yang terlihat manis di permukaan, dosa selalu berujung pada keburukan. Jika tren "Kabur Aja Dulu" digunakan untuk menghindari kesulitan, mengapa kita tidak menggunakannya untuk lari dari hal yang benar-benar merusak, yaitu dosa?

Lari dari dosa bukan berarti pengecut, tapi cerdas! Dalam Islam, meninggalkan dosa bukan tanda kelemahan, justru menunjukkan kecerdasan. Nabi Yusuf AS kabur dari godaan istri pejabat Mesir karena ia tahu bahwa mendekatinya hanya akan membawa kehancuran. Bukankah kita juga seharusnya begitu? Jika ada godaan untuk berbohong, *kabur aja dulu. Jika ada ajakan untuk korupsi, kabur aja dulu*. Jika ada peluang maksiat, kabur aja dulu. Bukan lari tanpa tujuan, tapi lari menuju ampunan Allah.

Setiap orang yang ingin berubah menjadi lebih baik pasti dimulai dengan "kabur" dari kebiasaan buruk. Para sahabat Rasulullah SAW pun berhijrah dari Mekah ke Madinah untuk kehidupan yang lebih baik. Begitu pula kita. Jika kita sadar masih sering lalai dalam ibadah, sering melakukan kesalahan, maka sekarang adalah waktunya untuk kabur dari dosa dan kembali ke jalan Allah.

Ramadhan adalah momen terbaik untuk "kabur" dari kebiasaan buruk. Jika selama ini kita sering menunda taubat, maka inilah saatnya untuk segera kembali. Tidak ada yang menjamin kita akan sampai ke Ramadhan berikutnya. Jadi, sebelum terlambat, "Kabur Aja Dulu" dari dosa, dan segera bertobat!.

Penulis adalah akademisi sekaligus advokat.

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement