Breaking News
Memuat breaking news...

Kado Istimewa Jumat Berkah untuk Rahimuddin Amin

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 24 Oktober 2026 - 7.43 PM WIB
Kado Istimewa Jumat Berkah untuk Rahimuddin Amin
Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail, S.E.I., melantik Rahimuddin Amin sebagai Sekwan DPRK Aceh Tamiang, Jumat (23/10/2026) sore. Waspada.id/Muhammad Hanafiah.
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

Jumat, 23 Oktober 2026, sore bakda Asar, sinar matahari terlihat cerah, memancarkan sinarnya dari langit yang tampak berbeda dibandingkan sepekan lalu.

Sepekan sebelumnya, sinar matahari yang cerah tidak terlihat di langit Kabupaten Aceh Tamiang karena dibalut atau diselimuti kabut asap tebal yang memutih akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Karhutla merupakan peristiwa terbakarnya hutan dan/atau lahan di wilayah Sumatera, baik secara alami maupun akibat perbuatan manusia, sehingga mengakibatkan kerusakan lingkungan yang menimbulkan kerugian ekologi, ekonomi, sosial budaya, dan politik.

Jumat, 23 Oktober 2026, bukan Jumat keramat, tetapi Jumat yang membawa berkah bagi Rahimuddin Amin menjelang detik-detik berakhirnya hari kerja. Pada 24 Oktober 2026, Rahimuddin Amin genap berusia 57 tahun.

Bupati Aceh Tamiang membuka kesempatan bagi pejabat eselon III untuk mengikuti seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) agar berpeluang dipromosikan menduduki jabatan eselon II.

Rahimuddin Amin mempersiapkan berkas, melengkapi persyaratan, dan memasukkan berkas kepada panitia seleksi. Selanjutnya, pada 19 Oktober 2026, ia bergegas berangkat ke Medan untuk mengikuti seleksi yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang pada 19–20 Oktober 2026.

Rahimuddin Amin sempat cemas. Denyut jantungnya berdebar agak berbeda dari biasanya ketika panitia seleksi (pansel) menunda pengumuman hasil seleksi JPTP. Pengumuman yang semula dijadwalkan pada 21 Oktober 2026 bergeser menjadi 22 Oktober 2026.

Bagaimana denyut jantungnya tidak berdebar berbeda dari biasanya? Waktu yang tersisa hanya satu hari agar ia tidak pensiun. Ia hanya membutuhkan waktu hingga 23 Oktober 2026 untuk dilantik jika lolos seleksi. Sebab, pada 24 Oktober 2026, usianya genap 57 tahun. Rekam jejak pengabdiannya sebagai aparatur sipil negara (ASN) atau pegawai negeri sipil (PNS) akan berakhir jika ia tidak dilantik sebagai pejabat eselon II.

Akhirnya, pansel menerbitkan pengumuman hasil seleksi pada 22 Oktober 2026. Rahimuddin Amin lolos dari lubang jarum dan tercatat masuk dalam tiga besar.

Kado Istimewa Jumat Berkah untuk Rahimuddin Amin
  1. Pengumuman hasil seleksi JPTP untuk formasi Sekwan DPRK Aceh Tamiang. Waspada.id/Muhammad Hanafiah.

Badan Kepegawaian Negara (BKN) menerbitkan rekomendasi bagi Rahimuddin Amin untuk dipromosikan dari eselon III ke eselon II sebagai Sekretaris DPRK Aceh Tamiang.

Tentu saja, dengan modal rekomendasi tersebut, masa tugas Rahimuddin Amin tidak berakhir pada usia 57 tahun, tetapi dapat diperpanjang hingga usia pensiun 60 tahun.

Ini merupakan kado istimewa dari Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, M.H., dan BKN Pusat untuk hari ulang tahun Rahimuddin Amin yang jatuh pada 24 Oktober 2026, saat ia berusia 57 tahun.

Orang-orang dan undangan acara pelantikan Sekwan DPRK Aceh Tamiang berdatangan ke Kantor Bupati Aceh Tamiang pada Jumat (23/10/2026) sore.

Suasana di dalam gedung Kantor Bupati Aceh Tamiang tampak carut-marut dan berantakan. Ruangan dipenuhi tiang-tiang perancah, kabel, pecahan beton, serta besi-besi rangka baja yang berserakan. Tangga utama untuk naik ke lantai atas sudah hancur. Suasana dan kondisi memang sangat darurat.

Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail, Ketua DPRK Aceh Tamiang Fadlon, Plt. Sekda Aceh Tamiang Syuibun Anwar, Rahimuddin Amin, dan para undangan yang akan mengikuti acara pelantikan naik melalui tangga kecil di samping kantor bupati untuk menuju Aula Setdakab Aceh Tamiang di lantai atas.

Pelantikan Rahimuddin Amin sebagai Sekwan DPRK Aceh Tamiang telah diagendakan dan dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang pada Jumat, 23 Oktober 2026, sore.

Pelantikan tersebut dilaksanakan setelah panitia seleksi menyelesaikan proses seleksi JPTP pada 23 Oktober 2026.

Kado Istimewa Jumat Berkah untuk Rahimuddin Amin
  1. Suasana dan kondisi Kantor Bupati Aceh Tamiang, Jumat (23/10/2026). Waspada.id/Muhammad Hanafiah.

Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail melantik Rahimuddin Amin. Dalam acara tersebut, Ismail mengatakan bahwa sebuah daerah tidak hanya dibentuk oleh seberapa cepat birokrasinya bergerak, tetapi juga oleh seberapa kokoh fondasi hubungan antarlembaga yang berdiri.

"Alhamdulillah, hari ini kita telah melantik Sekretaris DPRK Aceh Tamiang. Ini menjadi sinyal positif bagi komitmen baru dalam tata kelola pemerintahan Bumi Muda Sedia," ucap Ismail.

Menurut Wabup Aceh Tamiang, pelantikan Sekretaris DPRK tersebut merupakan buah dari proses panjang, terukur, dan transparan melalui Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Gelombang Pertama tahun ini.

"Seleksi ini bukan hanya ajang untuk memilih figur, melainkan sebuah penegasan standar baru bahwa birokrasi Aceh Tamiang harus diisi oleh sosok yang tidak hanya memiliki kapasitas teknis, tetapi juga integritas dan ketahanan mental yang teruji," tegasnya.

Lebih lanjut, Ismail mengatakan bahwa ada anggapan keliru yang kerap menempatkan posisi Sekretaris DPRK seolah-olah hanya berkaitan dengan pekerjaan administratif rutin, seperti surat-menyurat, persidangan, dan anggaran. Menurutnya, pandangan tersebut harus dikoreksi.

Dalam arsitektur tata kelola daerah, kata Ismail, Sekretaris DPRK berada di persimpangan yang paling krusial. Ia merupakan fasilitator pendukung sekaligus jembatan penghubung antara dua institusi besar, yakni legislatif dan eksekutif.

Menurutnya, di satu sisi, Sekwan bertanggung jawab secara administratif kepada Bupati atau pemerintah daerah melalui Sekda.

Di sisi lain, imbuhnya, Sekwan melayani kebutuhan operasional dan politik kelembagaan para wakil rakyat, yakni pimpinan dan anggota DPRK. Posisi ini menuntut keseimbangan yang sempurna.

"Ibarat seorang konduktor musik, tugas Sekwan bukan untuk meniup terompet atau memukul drum, melainkan memastikan harmonisasi antara gagasan politik dewan dan eksekusi teknis pemerintah daerah dapat berirama selaras demi kesejahteraan masyarakat Aceh Tamiang," ungkapnya.

Ismail menegaskan bahwa menjadi penghubung atau jembatan tidak pernah mudah. Jembatan merupakan struktur yang paling sering diinjak, dilewati beban berat, dan diterpa angin kencang dari dua arah.

Namun, imbuhnya, tanpa jembatan yang kokoh, lalu lintas gagasan dan pembangunan antara eksekutif dan legislatif akan terputus.

Karena itu, Ismail menyampaikan sejumlah pesan kepada Rahimuddin Amin, S.H., Sekretaris DPRK yang baru dilantik.

Pertama, "Jadilah Katalisator yang Netral dan Profesional." Fasilitasi fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan DPRK dengan objektivitas tinggi dan akuntabilitas mutlak.

Kedua, "Kembangkan Komunikasi Tanpa Sekat." Hindari tumpukan sekat birokrasi yang memicu friksi. Terjemahkan dinamika politik di dewan menjadi bahasa administrasi yang dapat ditindaklanjuti oleh eksekutif, dan sebaliknya.

Ketiga, "Jaga Kepercayaan Publik." Ingatlah bahwa tujuan akhir dari seluruh proses administrasi dan fasilitasi ini adalah pelayanan kepada masyarakat Aceh Tamiang.

"Hasil Seleksi Terbuka JPTP telah membuktikan bahwa Anda layak dan dipercaya duduk di posisi ini. Kini saatnya membuktikan kepercayaan tersebut melalui kerja nyata, ketenangan dalam menghadapi tekanan, dan ketajaman dalam mengeksekusi tugas," pungkas Ismail.

Rahimuddin Amin, seusai acara pelantikan, mengatakan secara khusus kepada Waspada.id bahwa ia sangat gembira dan akan melaksanakan tugas dengan baik.

"Ini kado istimewa pada hari ulang tahun saya," ucap lelaki yang lahir pada 24 Oktober 1970 itu. (Muhammad Hanafiah/Waspada.id)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement