Breaking News
Memuat breaking news...

Kapolres Samosir Pimpin Rakor

Redaksi
Redaksi
Jumat, 4 Agustus 2023 - 2.38 PM WIB
Kapolres Samosir Pimpin Rakor
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

SAMOSIR (Waspada) : Kapolres Samosir, AKBP Yogie Hardiman, pimpin rapat koordinasi dalam membahas penerapan sistem tiket online untuk penyeberangan kapal feri di wilayah perairan Danau Toba yang ada di Kab. Samosir, Kamis (3/7) di Aula Pusuk Buhit, Mapolres Samosir.

Rapat koordinasi dihadiri Kadis Perhubungan Samosir Lasfayer Sipayung, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Danau toba, Rijaya S dan General Manager PT ASDP, Heru Wahyono.

Dalam sambutannya, Kapolres Samosir AKBP Yogie Hardiman mengatakan, penerapan tiket online menimbulkan pro dan kontra di tengah-tengah masyarakat. Meski demikian, ia menegaskan bahwa penerapan tiket online ini sangat penting.

"Penerapan tiket online ini sangat penting untuk merubah pola pikir masyarakat dalam memberikan pelayanan kepada tamu atau wisatawan yang berkunjung ke Kab. Samosir," tukas Yogie.

Dikatakan, penerapan tiket online ini juga mampu untuk mengurangi antrian panjang serta mengurangi adanya peran praktek makelar tiket atau calo. Jika masih ada kendala dalam pembelian tiket secara online, menurut Yogie hal itu adalah hal yang wajar. "Tetapi harus tetap diupayakan lebih baik, agar wisatawan yang membeli tiket online dan berkunjung ke Samosir merasakan aman dan nyaman," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Samosir, Lasfayer Sipayung menyatakan Pemkab Samosir sangat mengapresiasi adanya penerapan sistem pembelian tiket online tersebut. Namun, ia berharap pihak manajemen operator kapal juga dapat menerapkan sistem pembelian tiket ini.

"Pihak manajemen operator kapal dan penyeberangan hendaknya juga dapat menerapkan sistem pembelian tiket online demi kepentingan masyarakat umum, tanpa memihak pada pribadi atau golongan tertentu. "Dan di sisi lain, juga untuk mengurangi konflik dengan masyarakat hendaknya diterapkan boarding pass. Dimana penumpang diwajibkan berada di tempat 1 jam sebelum keberangkatan kapal," tutur Lasfayer.

Sedangkan pihak PT Gunung Hijau Megah diwakili oleh Andri Pratama menyebutkan perusahaannya akan tetap melayani pembelian tiket secara offline. "Perusahaan akan tetap melayani pembelian tiket secara offline, sejalan misi untuk meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar," sebut Andri.(cvs/a08)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement