Breaking News
Memuat breaking news...

Karyawan Swasta Di Batangtoru Tewas Gantung Diri

Redaksi
Redaksi
Rabu, 20 Maret 2024 - 8.22 AM WIB
Karyawan Swasta Di Batangtoru Tewas Gantung Diri
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

TAPSEL (Waspada): AH, 24, warga Desa Wek III, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, tewas dengan leher terikat tali nilon dan tergantung di kamar rumahnya.

Kejadian Senin (18/3/2024) malam ini cukup menghebohkan warga yang baru selesai menunaikan shalat taraweh. Kondisi tewasnya karyawan salah satu perusahaan swasta itu pertama kali ditemukan oleh anaknya.

“Begitu menerima informasi kejadin tersebut, kita segera beranjak ke lokasi,” kata Kapolsek Batang Toru Iptu R.N Tarigan didampingi Kanit Reskrim Ipda Ery Juanda.

Tiba di lokasi, Kapolsek dan anggota melihat kondisi AH yang sudah tidak bernyawa. Kondisinya, leher terikat tali niilon dan tergantung di kayu yang melintang di atas tempat tisur.

Dibantu warga, Polisi melepas ikatan dan menurunkan jenazah dan membawanya ke Puskesmas Batangtoru. Tim medis yang memeriksanya menyatakan AH sudah tewas.

Dari hasil pemeriksaan, tim medis tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh AH. Yang ditemjkan hanya luka goresan bekas ikatan tali di lehernya.

“Setelah menandatangai pernyataan tidak perlu lagi dilakukan otopsi, jenazah kita serahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,” sebut Kapolsek Batangtoru. (a05)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement