Breaking News
Memuat breaking news...

Kebijakan Trump Dorong Penguatan Harga Batu Bara

Redaksi
Redaksi
Rabu, 22 Juli 2026 - 7.29 AM WIB
Kebijakan Trump Dorong Penguatan Harga Batu Bara
Foto ilustrasi
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Harga batu bara melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (21/7/2026), didorong meningkatnya dukungan pemerintah Amerika Serikat terhadap industri batu bara. Kebijakan yang sejalan dengan arah Presiden Donald Trump tersebut memicu optimisme pelaku pasar terhadap prospek permintaan batu bara global.

Berdasarkan data perdagangan, harga batu bara Newcastle kontrak Juli 2026 naik US$0,5 menjadi US$130,9 per ton. Kontrak Agustus 2026 meningkat US$0,75 ke level US$134,5 per ton, sedangkan kontrak September 2026 menguat US$0,45 menjadi US$136 per ton.

Penguatan juga terjadi pada batu bara Rotterdam. Kontrak Juli 2026 naik US$0,2 menjadi US$120,1 per ton, kontrak Agustus 2026 melonjak US$1,05 menjadi US$122,25 per ton, sementara kontrak September 2026 melesat US$1,45 menjadi US$123,5 per ton.

Dikutip dari Mining.com, Dewan Batu Bara Nasional (National Coal Council/NCC) merekomendasikan kepada Departemen Energi Amerika Serikat (AS) untuk memberikan dukungan finansial berupa jaminan pinjaman, hibah, hingga investasi infrastruktur.

Langkah tersebut ditujukan untuk mempertahankan operasional pembangkit listrik tenaga batu bara (PLTU) yang sudah ada sekaligus mendorong pembangunan PLTU baru di Negeri Paman Sam.

Rekomendasi itu sejalan dengan kebijakan Presiden Donald Trump yang berupaya menghidupkan kembali industri batu bara AS.

Regulasi Dipermudah

Selain dukungan pendanaan, NCC juga mengusulkan penyederhanaan regulasi pembangunan PLTU baru serta pencabutan aturan emisi gas rumah kaca bagi pembangkit berbahan bakar batu bara. Kebijakan tersebut dipandang berpotensi meningkatkan konsumsi batu bara domestik di Amerika Serikat.

Sentimen positif juga datang dari pasar energi global. Harga minyak dunia melonjak sekitar 2% dan ditutup di level tertinggi dalam lima pekan seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Harga minyak Brent ditutup di US$91,01 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) berada di level US$84,91 per barel.

Kenaikan harga minyak biasanya membuat batu bara menjadi alternatif energi yang lebih kompetitif. Kondisi ini turut memperkuat prospek harga batu bara di pasar global dalam jangka pendek. (invid)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement