Breaking News
Memuat breaking news...

Kebocoran Pipa Gas Di Madina, FPAN DPR : Kalau Ada Yang Salah,Tutup Saja Dulu PT SMGP

Redaksi
Redaksi
Senin, 25 April 2022 - 10.24 AM WIB
W
Waspada
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada): Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (FPN) di DPR RI Saleh Partaonan Daulay, mengatakan, kalau ada yang salah, PT SMGP-nya ditutup saja dulu.

Kalau semua sudah dinyatakan aman, baru nanti dipikirkan kelanjutannya. Jangan buru-buru balik modal dan cari untung.

Sekali lagi, keselamatan warga harus di atas segalanya", kata Saleh Partaonan Daulay kepada Waspada, Senin (25/4/2022) di Jakarta, menanggapi kebocoran pipa gas PT SMGP di Mandailing Natal (Madina), Sumatra Utara.

Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Sumut II (termasuk Madina), Saleh Daulay meminta pemerintah untuk segera menangani persoalan kebocoran pipa gas PT SMGP di kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Insiden ini nyata-nyata telah merugikan dan membahayakan warga sekitar. Ada puluhan korban yang dirawat di rumah sakit akibat menghirup gas beracun dari pipa yang bocor.

"Keselamatan warga (masyarakat) harus menjadi prioritas utama. Mereka di sana tidak paham apa yang dilakukan PT SMGP. Tapi kalau ada yang keracunan, mereka pasti panik", katanya

Saleh pun merasa prihatin, sebab kejadian ini sudah beberapa kali terjadi. Seakan tidak belajar dari insiden sebelumnya, kejadian serupa terus berulang.

Warga sekitar yang tinggal di kisaran Sorik Merapi pasti khawatir. Mereka trauma dan ketakutan setiap saat. Tentu kerugian psikologisnya tidak bisa dibayar dengan apa pun.

"Dulu juga pernah bocor. Saya sempat berkunjung ke sana. Silaturrahim dan melihat kondisi masyarakat. Pipa-pipa yang mengalirkan gas dari panas bumi di sana sangat besar-besar. Bayangkan, kalau itu bocor. Pasti akan membahayakan jiwa dan keselamatan warga", tukasnya

Oleh karena itu, menurutnya, pemerintah sudah seharusnya melakukan evaluasi, pengawasan, dan audit terhadap kinerja PT SMGP.

"Jangan karena berharap mendapatkan energi terbarukan, pemerintah lupa pada keselamatan warga. Energi tentu sangat penting, tetapi kenyamanan dan ketenangan masyarakat jauh lebih penting, tukasnya.

"Mengingat pentingnya hal ini, saya meminta agar presiden Jokowi turun tangan. Di wilayah-wilayah lain, presiden sering turun tangan juga. Saya yakin, presiden pasti akan mau memperhatikan dan menyelesaikan masalah ini", ujarn Saleh Partaonan Daulay (J05)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement