Breaking News
Memuat breaking news...

Kemarau, Lahan Kosong Mulai Terbakar Di Aceh Timur

Redaksi
Redaksi
Rabu, 17 April 2024 - 9.54 AM WIB
Kemarau, Lahan Kosong Mulai Terbakar Di Aceh Timur
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

IDI (Waspada): Kemarau panjang berdampak terhadap mudahnya terbakar lahan-lahan kosong, seperti kebakaran lahan kosong di Alue Cek Doi, Julok, Aceh Timur, Selasa (16/4) sekira pukul 14:30.

Mendapat informasi adanya lahan kosong yang terbakar, personel Polsek Julok dibantu unsur TNI sama-sama menuju ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan pemadaman. Melihat api sudah membesar, lalu petugas keamanan menghubungi Armada Pemadam Kebakaran (Damkar) guna dilakukan pemadaman api yang mulai membumbung tinggi.

Kapolsek Julok Iptu Rudiono, S.Sos, kepasa Waspada, Rabu (17/4) menjelaskan, pihaknya bersama TNI ikut membantu memadamkan api. Tindakan cepat itu sangat dibutuhkan dan alhamdulillah lahan yang mengalami kebakaran seluas empat hektar berhasil dipadamkan.

"Setelah dua unit damkar dikerahkan ke lokasi, akhirnya api berhasil dipadamkan dekira pukul 16:00," kata Rudiono, seraya berharap, seluruh warga untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

Konsekwensi yang timbul akibat membakar sisa sampah lahan pertanian akan mengalami kerusakan lingkungan dan kebakaran. "Sengaja merusak lingkungan atau membakar hutan akan berhadapan dengan hukum," tegas kapolsek.

Menurutnya, dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran, masyarakat harus berperan aktif. Ketika di wilayahnya terjadi kebakaran lahan, maka diharapkan masyarakat bergotongroyong memadamkan api. "Selain itu, warga juga harus saling mengingatkan masyarakat yang lain agar tidak membakar sampah sembarangan," demikian Rudiono. (b11)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement