Breaking News
Memuat breaking news...

Kemdiktisaintek Gelar KSTI 2025, Sinergikan Pendidikan Tinggi dan Industri

Redaksi
Redaksi
Kamis, 7 Agustus 2025 - 12.06 PM WIB
Kemdiktisaintek Gelar KSTI 2025, Sinergikan Pendidikan Tinggi dan Industri
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

BANDUNG (Waspada.id): Indonesia mencatat sejarah baru dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menggelar Konvensi Sains dan Teknologi Indonesia (KSTI) 2025, 6–10 Agustus 2025 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Dago, Bandung, Jawa Barat. KSTI dibuka langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, Kamis (7/8/2025).

Hadir dalam pembukaan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Mendiktisaintek Brian Yuliarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menkomdigi Meutia Hafidz dan sejumlah pejabat tinggi lainnya setingkat menteri.
Mendiktisaintek Brian Yulianto mengatakan, KSTI 2025 dihadiri lebih dari 1.000 peneliti dan 350 rektor dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Itu sebabnya, Brian menyebut KSTI 2025 menjadi konvensi terbesar sepanjang sejarah Indonesia.

"Hari ini kita mengundang 350 rektor dari perguruan tinggi di Indonesia. Kemudian kita juga mengundang seribu lebih peneliti terbaik di Indonesia," kata Brian di Auditorium Sasana Budaya Ganesa (Sabuga) ITB, Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/8/2025).
Tema KSTI 2025 adalah 'Pertumbuhan dan Pemerataan Ekonomi Melalui Penguasaan Sains dan Teknologi'. KSTI merupakan forum strategis berskala nasional dan internasional. Acara ini dihadiri oleh para ilmuwan terkemuka, teknokrat, CEO BUMN, pelaku industri, hingga para pengambil kebijakan.

Konvensi menitikberatkan pada integrasi riset, pendidikan tinggi, dan industri. Konvensi ini, lanjut Brian, mempertemukan lebih dari 3.000 peserta dari berbagai kalangan, termasuk ilmuwan terkemuka, teknokrat, CEO BUMN, pelaku industri strategis nasional, pengambil kebijakan tingkat tinggi, hingga diaspora Indonesia.

Brian menyebut konvensi terbesar ini jadi yang pertama diselenggarakan Indonesia. KSTI juga inisiatif Presiden Prabowo untuk mengumpulkan peneliti, guru besar bidang STEM untuk menyamakan misi indonesia.

"Pertama kali dikakukan di bangsa ini, kita sama sama mengetahui Bapak Presiden senantiasa menginspirasi mengumpulkan peneliti Indonesia," kata Brian.

Selain itu, kegiatan KSTI 2025 diisi juga oleh sesi diskusi panel dan executive session. Pengisi acara terdiri dari jajaran kementerian dan lembaga strategis hingga para peraih Nobel dan akademisi dunia.

"KSTI merupakan ruang strategis untuk mempertemukan riset inovasi dan ketegasan arah kebijakan negara," lanjut Brian.

Brian mengatakan gelaran konvensi terbesar ini turut menyambut Hari Teknologi Nasional yang jatuh pada Minggu, 10 Agustus 2025 mendatang.

"Juga diperingati berkenaan Hari Kebangkita Teknologi Nasional (Harteknas) yang jatuh pada 10 agustus," kata Brian.

Agenda lain dalam acara ini adalah penyusunan peta jalan riset inovasi dan teknologi, penguatan sains dan kebijakan serta mempertemukan inovasi dengan kementerian.

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement