Breaking News
Memuat breaking news...

Kemenag Medan Salurkan ZIS Kepada Mustahik

Redaksi
Redaksi
Kamis, 28 April 2022 - 4.49 PM WIB
W
Waspada
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada): Kementerian Agama Kota Medan pada Ramadhan 1443 Hijriah menyerahkan Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS) sebesar Rp 82.020.000 kepada 326 mustahik untuk meringankan beban mereka dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri, Rabu (27/4).

ZIS tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan Dr.H. Impun Siregar, MA didampingi Kasubbag Tata Usaha H. Untung Nasution, S.Ag, M.HI, Kasi Pendidikan Madrasah H. Yose Rizal, S.Ag, MM dan Kasi Bimas Kristen MT. Hasugian di Aula Kemenag Kota Medan.

Kakankemenag Kota Medan mengatakan ZIS ini bersumber dari  zakat profesi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenag Kota Medan yang dikumpulkan oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ ) Kemenag kota Medan.

"Alhamdulillah, tahun ini kita akan memberikan dan meyalurkan zakat para Muzakki pada orang yang berhak menerimanya ( mustahik),” ujar Impun Siregar.

Impun Siregar menambahkan sebelumnya UPZ Kemenag kota Medan sudah meyalurkannya pada mustahik di beberapa kecamatan melalui KUA kecamatan.

"ZIS yang kami serahkan hari ini jumlahnya tidaklah seberapa, kami berharap bapak dan ibu penerima kiranya dapat menerimanya dengan ikhlas dan memanfaatkannya sebaik mungkin,”ungkapnya.

Sementara,ASN Kemenag Kota Medan juga menyalurkan beras sebanyak 7.820 kg
Beras ini bersal dari sumbangan ASN Kemenag Medan disalurkan ke warga kurang mampu dengan cara diantar ke warga dan maupun ke masjid saat dilaksanakan safari ramadhan.(m22)

Waspada/ist
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan Dr.H. Impun Siregar, MA saat penyerahan ZIS bagi mustahiq.

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement