Breaking News
Memuat breaking news...

Kemenag Perkuat Ketahanan Keluarga Lewat NASUHA, Ini 10 Agenda Blissful Mawlid 1448 H

Redaksi
Redaksi
Senin, 7 September 2026 - 6.50 AM WIB
Kemenag Perkuat Ketahanan Keluarga Lewat NASUHA, Ini 10 Agenda Blissful Mawlid 1448 H
Stafsus Menag Prof Ismail Cawidu bersama Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Abu Rokhmad dalam jumpa pers Blissful Mawlid 1448H di Jakarta, pekan lalu.(waspada.id/ist)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

JAKARTA (Waspada.id): Penguatan ketahanan keluarga menjadi salah satu fokus Kementerian Agama dalam menyambut Maulid Nabi Muhammad saw. 1448 H. Melalui NASUHA 2026: National Symposium of Ulama and Penghulu, Kemenag mempertemukan ulama dan penghulu untuk membahas penguatan keluarga sakinah dan maslahah pada 9–10 September 2026 di Buntet Pesantren, Cirebon, Jawa Barat.

NASUHA merupakan bagian dari rangkaian Blissful Mawlid 1448 H yang dikemas Kemenag melalui berbagai program keagamaan dan layanan masyarakat. Peringatan Maulid tahun ini tidak hanya diisi kegiatan seremonial, tetapi diarahkan untuk menghadirkan kemaslahatan melalui penguatan keluarga, layanan perkawinan, zakat, selawat, Al-Qur’an, hingga ilmu falak.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Abu Rokhmad mengatakan, Blissful Mawlid dirancang sebagai gerakan yang mendorong masyarakat untuk mencintai sekaligus meneladani Rasulullah saw. dalam kehidupan sehari-hari.

“Ditjen Bimas Islam melaksanakan kegiatan ini bukan hanya seremonial, tetapi juga gerakan masyarakat secara luas. Semoga gerakan ini menjadi gerakan dari Sabang sampai Merauke dan meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad saw.,” ujar Abu dalam jumpa pers rangkaian Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. 1448 H di Jakarta, Selasa (1/9/2026). Hadir dalam kesempatan itu Staf Khusus Menteri Agama Prof Ismail Cawidu.

Menurut Abu, keteladanan Rasulullah saw. dapat diterjemahkan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk membangun keluarga yang kokoh dan mampu menghadapi perubahan serta tantangan sosial.

Direktur Bina Kantor Urusan Agama (KUA) dan Keluarga Sakinah Ahmad Jayadi mengatakan, penguatan ketahanan keluarga perlu ditempatkan sebagai bagian penting dalam pembangunan kehidupan masyarakat. Keluarga yang kuat, kata dia, tidak hanya ditopang oleh aspek ekonomi, tetapi juga oleh kesiapan pasangan dalam membangun komunikasi, menyelesaikan persoalan, serta menjalankan fungsi keluarga secara seimbang.

“Ketahanan keluarga harus kita bangun sejak sebelum perkawinan dan terus diperkuat setelah pasangan membentuk keluarga. Karena itu, peran penghulu dan KUA tidak hanya sebatas pencatatan pernikahan, tetapi juga memberikan penguatan dan pendampingan agar keluarga mampu menghadapi berbagai tantangan,” ujar Ahmad Jayadi.

Menurutnya, NASUHA menjadi momentum untuk mempertemukan perspektif ulama dan penghulu dalam melihat persoalan keluarga secara lebih komprehensif. Kolaborasi tersebut penting agar pesan keagamaan mengenai keluarga dapat diterjemahkan ke dalam layanan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.

“NASUHA diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat sinergi antara ulama dan penghulu. Nilai-nilai keagamaan yang disampaikan para ulama perlu diperkuat melalui layanan kepenghuluan yang responsif, sehingga masyarakat mendapatkan pendampingan yang utuh dalam membangun keluarga sakinah dan maslahah,” katanya.

Karena itu, NASUHA menjadi ruang dialog antara ulama dan penghulu untuk membahas penguatan resiliensi keluarga sakinah dan maslahah. Forum tersebut diharapkan dapat menghasilkan gagasan dan rekomendasi yang memperkuat peran ulama serta penghulu dalam memberikan pendampingan kepada masyarakat.

Penguatan keluarga juga menjadi bagian dari agenda Tasyakur Maulidur Rasul untuk Penguatan Ketahanan Keluarga Indonesia. Kegiatan ini dikemas dalam format Nada dan Dakwah dengan membawa pesan keteladanan Rasulullah saw. dalam membangun kehidupan keluarga.

Rangkaian Blissful Mawlid sendiri berlangsung sejak akhir Agustus hingga Oktober 2026. Sedikitnya 10 agenda disiapkan Kemenag dengan sasaran dan pendekatan yang beragam.

Gema Selawat Kebangsaan

Agenda pertama adalah Gema Selawat Kebangsaan yang berlangsung secara nasional pada 31 Agustus hingga 7 September 2026. Gerakan ini menargetkan 1.781.945 peserta untuk membaca Dalā’il al-Khayrāt.

Angka tersebut memiliki makna simbolik karena merujuk pada tanggal Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945. Gerakan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat kecintaan kepada Rasulullah saw. sekaligus menghadirkan doa bagi bangsa.

Peluncuran Gema Selawat Kebangsaan dirangkaikan dengan Ijazah Kubra pembacaan Dalā’il al-Khayrāt oleh Sidi Idris al-Fihri al-Fasi, Wakil Rektor Universitas al-Qarawiyyin sekaligus Pimpinan Zawiyah Fasiyah, Fes, Maroko.

Momentum tersebut juga diisi ceramah Maulid Nabi Muhammad saw. oleh Habiburrahman El-Syirazi serta sambutan dan arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar.

BeZakat 2026

Di bidang zakat, Kemenag menghadirkan BeZakat 2026 berupa program seleksi penerima Beasiswa Zakat yang dibuka pada 24 Agustus hingga 7 September 2026.

Program yang merupakan hasil sinergi Kemenag, BAZNAS RI, dan LAZ se-Indonesia tersebut melibatkan 21 perguruan tinggi. Beasiswa ditujukan bagi mahasiswa dari keluarga mustahik dengan dukungan berupa pembiayaan UKT, living cost, laptop, serta pembinaan.

Program ini menjadi salah satu bentuk penerjemahan nilai kepedulian sosial dalam peringatan Maulid, terutama dengan membuka akses pendidikan bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Expert Meeting Penghulu

Di sektor kepenghuluan, Kemenag menggelar Expert Meeting Penghulu pada 24–27 Agustus 2026 di Nganjuk, Jawa Timur.

Forum tersebut membahas telaah dan harmonisasi kebijakan teknis kepenghuluan, termasuk layanan perkawinan, penyelarasan regulasi, serta rekomendasi penguatan tata kelola layanan nikah agar semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Nikah Massal

Penguatan layanan perkawinan kemudian dilanjutkan melalui Nikah Massal Blissful Mawlid 1448 H pada 5–6 September 2026. Kegiatan tersebut bekerja sama dengan Yayasan Mutia Hatta.

Nikah massal diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan perkawinan yang sah, tercatat, dan bermartabat. Pada saat yang sama, kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat fondasi keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah.

Tasyakur Maulidur Rasul

Selain NASUHA, Kemenag menggelar Tasyakur Maulidur Rasul untuk Penguatan Ketahanan Keluarga Indonesia. Kegiatan yang dikemas melalui Nada dan Dakwah tersebut mengangkat nilai-nilai keteladanan Rasulullah saw. dalam kehidupan keluarga.

Agenda ini menegaskan bahwa peringatan Maulid tidak hanya berbicara mengenai kecintaan kepada Rasulullah saw., tetapi juga bagaimana nilai-nilai tersebut diterapkan dalam membangun keluarga yang kuat dan harmonis.

NASUHA 2026

Puncak perhatian terhadap isu keluarga salah satunya diwujudkan melalui NASUHA 2026: National Symposium of Ulama and Penghulu pada 9–10 September 2026 di Buntet Pesantren, Cirebon.

Simposium tersebut mempertemukan ulama dan penghulu sebagai dua unsur yang memiliki peran penting dalam pembinaan kehidupan keagamaan dan keluarga di tengah masyarakat. Forum ini diharapkan memperkuat sinergi ulama dan penghulu dalam merespons persoalan keluarga sekaligus merumuskan pendekatan yang relevan untuk membangun keluarga sakinah dan maslahah.

MTQ Nasional ke-31

Rangkaian Blissful Mawlid selanjutnya berlanjut melalui MTQ Nasional ke-31 pada 11–20 September 2026 di Semarang, Jawa Tengah.

MTQ Nasional ke-31 mengusung tema “Menebar Cahaya Al-Qur'an dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas yang Berkeadaban”. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus mengembangkan tradisi keilmuan dan seni baca Al-Qur’an.

MABIMS Islamic Astronomy Workshop

Pada bidang ilmu falak, Kemenag menggelar MABIMS Islamic Astronomy Workshop pada 10–12 Oktober 2026 di Observatorium Bosscha.

Kegiatan tersebut menjadi ruang pengembangan dan penguatan literasi astronomi Islam, termasuk untuk mendukung pemahaman masyarakat mengenai berbagai persoalan keislaman yang berkaitan dengan ilmu falak.

Car Free Day SIGAP MAS

Literasi zakat juga dibawa ke ruang publik melalui Car Free Day SIGAP MAS pada 25 Oktober 2026 di kawasan Hotel Grand Sahid.

Kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid sekaligus mendorong optimalisasi pengelolaan zakat berbasis masjid.

Abu mengatakan keberagaman agenda tersebut menunjukkan bahwa semangat Maulid dapat diterjemahkan dalam berbagai bentuk kemaslahatan.

“Keberagaman agenda tersebut menunjukkan bahwa semangat Maulid dapat diterjemahkan dalam banyak bentuk kemaslahatan. Selawat menjadi penguatan spiritual, zakat membuka akses pendidikan, kepenghuluan dan nikah massal memperkuat layanan keluarga, sementara MTQ, ilmu falak, dan edukasi zakat memperluas literasi keislaman,” ujar Abu.

Ia menambahkan, Blissful Mawlid 1448 H menjadi bagian dari ikhtiar Kementerian Agama di bawah kepemimpinan Menteri Agama Nasaruddin Umar untuk menghadirkan kehidupan keagamaan yang menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah saw., memperkuat persaudaraan, sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Dengan pendekatan tersebut, peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi momentum mengenang kelahiran dan keteladanan Rasulullah saw., tetapi juga menjadi ruang untuk menerjemahkan nilai-nilai kenabian ke dalam penguatan kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.(id11)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement