Kemendagri dan ESQ Perkuat Implementasi ASN BerAKHLAKKemendagri dan ESQ Perkuat Implementasi ASN BerAKHLAK
JAKARTA (Waspada): Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar Rapat Kerja Nasional Forum Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia (Forsesdasi) dengan menggandeng ESQ Leadership Centre atau ACT Consulting untuk memperkuat implementasi core values ASN BerAKHLAK yang dilaksanakan secara Hybrid, Senin (23/5/2022).
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Jenderal Kemendagri Suhajar Diantoro yang didampingi oleh Deputi SDM Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Alex Denni, lalu Ketua Forum Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia Gita Ariadi, Founder ESQ Leadership Centre /ACT Consulting Ary Ginanjar Agustian, Karo Ortala, Para Sekretaris Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota.
Suhajar yang membuka acara di awal sesi dalam sambutannya mengatakan bahwa digelarnya kegiatan ini yaitu sebagai wadah berhimpun para Sekda Provinsi dan Kabupaten/Kota agar saling membantu serta dapat berpartisipasi menyelenggarakan pemerintahan nasional dan daerah. Sehingga Forsesdasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam dinamika pemerintahan.
Pria asal Karimun itu selalu mengatakan bahwasannya aparatur sipil negara maupun pejabat pejabat yang dipilih oleh rakyat beserta seluruh perangkatnya adalah pelayan masyarakat sesuai isi dari Pembukaan UUD 1945 alinea empat.
Menurutnya, fungsi pemerintahan ada 4 yaitu pelayanan untuk melahirkan keadilan, fungsi pembangunan untuk melahirkan kesejahteraan, pemberdayaan untuk melahirkan kemandirian, serta pengaturan melahirkan ketertiban.
Selanjutnya, dalam kegiatan yang mengusung tema "Penguatan Impelementasi Reformasi Birokrasi Melalui Transformasi Core Values ASN BerAKHLAK" tersebut, Founder ESQ Ary Ginanjar Agustian menjelaskan tentang empat definisi dari budaya kerja.
Sang Motivator Indonesia memberikan dua cara untuk mengimplementasikan budaya kerja ASN BerAKHLAK, yaitu dengan cara timur dan cara barat. Cara timur adalah dengan menanamkan perilaku, values dan beliefs system. Sedangkan cara barat yaitu menggabungkan antara Values, System serta Leadership.
Penulis buku ESQ itu menambahkan bahwa pegawai yang menemukan makna bekerja cenderung bekerja lebih keras, lebih kreatif dan lebih tahan banting sehingga tiga kali lebih tinggi kemungkinannya untuk bertahan di organisasinya, empat kali lebih terikat dengan pekerjaannya, tujuh kali lebih baik dalam hal kepuasan bekerja.
Ia juga menuturkan, benteng yang sedang dihadapi dalam membangun ASN BerAKHLAK untuk memajukan bangsa mungkin nampak mustahil. Namun ada satu hal yang harus dilakukan yaitu keputusan dari diri sendiri untuk menolong bangsa ini.
Namun ia meyakini bahwa tidak ada satu daun yang jatuh kebetulan dan debu terbang kecuali atas izin Tuhan. Untuk itu ia mengajak untuk menentukan keputusan karena dengan keputusan tersebut akan mempengaruhi banyak orang untuk menentukan keputusan juga.
Menurutnya, sepanjang yakin dan percaya bahwa kita tidak sendiri tapi bersama orang tua, arwah para pahlawan, arwah guru-guru, arwah pemimpin-pemimpin bangsa dan mungkin para malaikat pun turun, atau mungkin para nabi dan rasul meneteskan air mata menyaksikan apa yang sedang dilakukan dan berdoa kepada-Nya.
Diketahui, dalam kegiatan tersebut ada sekitar 102 orang yang hadir secara offline di Hotel Grand Sahid Jaya Hotel. Sedangkan kurang lebih ada 48 orang melalui Zoom Meeting. Mereka berasal dari berbagai provinsi dari Sabang hingga Merauke serta mulai dari tingkat Eselon I, Eselon II dan pelaksana.(J02)






























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda