Breaking News
Memuat breaking news...

Kemenekraf Dorong Pegiat Jasa TIK Simalungun Kembangkan Inovasi Digital

Redaksi
Redaksi
Kamis, 29 Oktober 2026 - 7.42 PM WIB
Kemenekraf Dorong Pegiat Jasa TIK Simalungun Kembangkan Inovasi Digital
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

JAKARTA (Waspada.id): Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif mendorong pegiat jasa Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, mengembangkan inovasi digital menjadi peluang usaha yang mampu menjawab kebutuhan pasar.

Upaya tersebut dilakukan melalui program Aktivasi Creative Hub SIAP (Sinergi, Inkubasi, Akselerasi, dan Penguatan) Talenta Kreatif Jasa TIK yang diselenggarakan di Mess Pemprovsu Pora-Pora Tengku Rizal Nurdin, Parapat.

Direktur Jasa Teknologi Informasi dan Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Dony Harso, mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari Program Flagship 2026 untuk mendekatkan berbagai program pengembangan ekonomi kreatif kepada pelaku usaha di daerah.

“Ini adalah upaya untuk mendekatkan program kepada pelaku di daerah agar pertumbuhan ekonomi kreatif tidak hanya terpusat di kota-kota besar,” ujar Dony, dalam keterangannya, Kamis (29/10/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Direktorat Jasa TIK Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Simalungun tersebut menghadirkan dua materi utama.

Materi pertama membahas inovasi produk digital, yakni mengubah ide menjadi peluang usaha bagi pelaku jasa TIK.

Materi ini diarahkan untuk membantu peserta mengembangkan ide menjadi produk dan layanan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Materi kedua mengenai strategi konten dan branding di dunia digital. Pembahasan ini menitikberatkan pada upaya membangun identitas produk, memperkuat cerita merek, serta meningkatkan pengenalan dan kepercayaan pasar terhadap produk maupun layanan yang ditawarkan.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Simalungun, Franky Ferdanus Purba, mengatakan, TIK merupakan tulang punggung ekonomi kreatif sekaligus akselerator bagi 21 subsektor ekonomi kreatif lainnya. Menurutnya, potensi budaya dan pariwisata Simalungun membutuhkan dukungan teknologi informasi dan komunikasi agar dapat berkembang lebih jauh, dikenal lebih luas, serta memiliki daya saing global.

Sementara itu, Muhammad Ali Sofian, Head of PMO & HC Unit PT Sinergi Informatika Semen Indonesia sekaligus Business Strategic Consultant, menjelaskan, Program SIAP dirancang agar pegiat jasa TIK tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mampu mengembangkan usaha dan memperluas jejaring.

Melalui program tersebut, peserta diharapkan dapat membangun kolaborasi berkelanjutan sekaligus memanfaatkan potensi dan peluang yang tersedia di Kabupaten Simalungun. Ali mengingatkan bahwa Simalungun memiliki ruang kolaborasi yang luas bagi pengembangan usaha jasa TIK dan ekonomi kreatif.(id11)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement