Breaking News
Memuat breaking news...

Kemenparekraf Siapkan Program Insentif Masa Transisi Bagi Kendaraan Listrik 

Redaksi
Redaksi
Rabu, 28 September 2022 - 4.24 PM WIB
W
Waspada
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada):Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sedang menyiapkan program insentif untuk membantu pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dalam melakukan masa transisi bagi kendaraan listrik, dalam rangka mengurangi emisi karbon sesuai dengan tema presidensi G20

Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mendukung pengembangan dan penggunaan kendaraan listrik di mana Provinsi Bali sebelumnya telah ditetapkan sebagai proyek percontohan penerapan kendaraan listrik berbasis baterai.

"Wilayah Nusa Dua, Bali dalam penyelenggaraan G20 menjadi tahap awal daerah pariwata yang menggunakan kendaraan listrik, sebagaimana Presiden Joko Widodo sudah menunjuk Bali sebagai pilot project," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (28/9) di Jakarta.

Menurutnya, penggunaan kendaraan listrik akan terus dikembangkan ke berbagai daerah lain di luar Bali, khususnya di destinasi pariwisata dan sentra ekonomi kreatif.

"Kami sedang godok sebuah program funding yang akan kita sandingkan dengan industri leaders seperti Jejak.in, Gojek, dan lainnya untuk membantu masyarakat bertransisi," jelasnya.

Kemudian, lanjut Sandi, pihaknya akan memberi insentif untuk menggantikan kendaraan yang tadinya berbasis BBM menjadi listrik. Kebijakan ini diharapkan menjadi bagian dari kerja sama semua pihak dalam mewujudkan net zero.

Sesuai ketetapan Paris Agreement (2015), semua negara memiliki kewajiban untuk berkontribusi dalam penurunan emisi karbon, termasuk melaksanakan, mengomunikasikan upaya ambisius, mitigasi, dan juga adaptasi yang ditetapkan secara nasional atau dikenal sebagai National Determined Contribution (NDC).

Menurut Nature Climate Change pada 2018, pariwisata termasuk salah satu sektor paling polutan yang menyumbang 8 persen dari emisi global, di mana 49 persen disumbang oleh jasa transportasi.

Sandiaga menjelaskan, pemerintah sebelumnya telah menargetkan penurunan emisi karbon sebesar 50 persen pada 2035 dan net zero emission pada 2050 di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Namun Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, butuh kolaborasi yang kuat dari berbagai pihak termasuk sektor swasta. Program ini kita harapkan dapat memvalidasi net zero kita tahun 2035," ungkapnya

Dia tegaskan, Indonesia tetap berupaya agar dapat mengurangi emisi karbon hingga 50 persen di sektor pariwisata dari 8 persen menjadi 4 persen. "Pada 2045 target kita ambisi sekali yaitu sektor pariwisata ini akan net zero," tandas Sandiaga. (J03)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement