Breaking News
Memuat breaking news...

Kenaikan Harga Beras, Jangan Sampai Menyulitkan Petani Dapatkan Pupuk

Redaksi
Redaksi
Jumat, 1 Maret 2024 - 3.48 PM WIB
Kenaikan Harga Beras, Jangan Sampai Menyulitkan Petani Dapatkan Pupuk
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

LIMAPULUH (Waspada): Pemerintah Kabupaten Batubara diharapkan untuk terus melakukan pengawasan terhadap pelaku usaha memantau kenaikan harga pangan, khususnya beras dalam menghadapi bulan suci Ramadhan 1445 H.

Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaen Batubara, Jasmi Assayuti (foto) menyatakan itu, Kamis (29/2).

Menurutnya, hal itu perlu dilakukan disebabkan adanya tren kenaikan harga beras khususnya dalam 6 bulan terakhir serta berbagai informasi mengenai kelangkaan komoditi beras di pasar modren/tradisional.

Dinas Pertanian maupun Dinas Perdagangan Batubara diharapkan bisa melakukan pengawasan pelaku usaha supaya tidak menyulitkan masyarakat kecil ekonomi menengah ke bawah.

Selain itu, kebutuhan pupuk bersubsidi jangan sampai berdampak bagi petani atas kenaikan harga beras dan pangan lainnya. Sebab pupuk sangat dibutuhkan para petani untuk mengejar target swasembada pangan pada tahun ini.

ISNU Batubara menekankan Kepala Dinas Pertanian Batubara agar dapat memastikan tidak ada istilah kelangkahan pupuk maupun kenaikan harga pupuk, khususnya dikalangan petani di Batubara.

Karena Presiden Joko Widodo sudah menyetujui penambahan kouta pupuk pada anggaran 2024 sebesar 9,55 juta ton, maka dengan adanya penambahan ini, maka petani akan mendapat diskon pupuk subsidi sebesar 40 persen.

Menurut Ustadz Jasmi akrab disapa ini mengatakan adanya penambahan pupuk subsidi maka sudah bisa dipastikan ketersediaan pupuk bagi petani akan aman tercukupi dan petani hanya fokus pada peningkatan produktivitas untuk mewujudkan swasembada pangan.(a18)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement