Kepala BKKBN Ajak Masyarakat Cegah Stunting Lewat Perilaku Hidup SehatKepala BKKBN Ajak Masyarakat Cegah Stunting Lewat Perilaku Hidup Sehat

JAKARTA (Waspada): Perubahan perilaku masyarakat untuk hidup sehat menjadi salah satu kunci pencegahan stunting. Salah satu perubahan itu di antaranya pemahaman soal asupan gizi yang baik. Misalnya, terkait pemahaman bahwa ikan jauh lebih baik dari pada sayur untuk mencegah potensi tubuh kerdil. Karena ikan memiliki protein Omega 3.
Dr. Hasto juga menjelaskan bahwa upaya percepatan penurunan stunting menjadi tanggungjawab multi pihak. Hal itu berdasarkan amanat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting. Juga Peraturan Kepala BKKBN tentang Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting (RAN Pasti).
RAN Pasti merupakan peraturan turunan atau pedoman turunan dari Perpres Nomor 72 Tahun 2021 yang nantinya akan digunakan sebagai pedoman pelaksanaan.
RAN Pasti, ujar dr. Hasto, merupakan upaya pemerintah pusat mengonsolidasikan atau mengonvergensikan kegiatan-kegiatan, program dan anggaran, yang di dalamnya terdapat pemerintah daerah dan juga berbagai pemangku kepentingan serta sektor swasta.
Berdasarkan Perpres 72/2021, intervensi spesifik adalah intervensi yang berhubungan dengan peningkatan gizi dan kesehatan. Sementara intervensi sensitif merupakan intervensi pendukung untuk percepatan penurunan stunting, seperti penyediaan air bersih dan sanitasi.
Hasto menilai keberadaan Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) sangat strategis dalam upaya pemerintah dan banyak pihak melakukan gerakan percepatan penurunan stunting.
Hasto mengimbau pemerintah daerah untuk meningkatkan peran BAAS guna menekan potensi risiko keluarga berisiko stunting.
Lebih spesifik, Hasto menilai kekayaan alam yang dimiliki Kota Pagar Alam begitu berlimpah. Terutama sayur mayur.
Selain ditandai penanaman pohon pada acara tersebut, APEKSI juga menggelar pelayanan KB gratis bagi Pasangan Usia Subur (PUS) di Kota Pagar Alam. Sekaligus juga diadakan kegiatan pembekalan tenaga lini lapangan atau penyuluh KB, berlokasi di halaman SDN Model Pagar Alam.
Sebelumnya, dr. Hasto menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting (Rakor PPS) Tahun 2023 di Kabupaten Bengkulu Selatan, Bengkulu.
Dalam rakor yang dihadiri pejabat dan jajaran Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan, Hasto menilai sangat penting meningkatkan komitmen lintas sektor sebagai wujud implementasi aksi konvergensi penurunan stunting.
Rapat koordinasi tersebut selain membahas permasalahan stunting yang tersisa waktu 18 bulan lagi menjelang tahun 2024, juga sarat membahas Program Pembangunan Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) khususnya di Bengkulu Selatan.
Hadir pada rakor tersebut Wakil Gubernur Bengkulu Dr. (E) H. Rosjonsyah selalu Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Bengkulu. Turut hadir Bupati dan Wakil Bupati Bengkulu Selatan hingga TPPS tingkat kecamatan, kelurahan dan desa. Pertemuan ini berlangsung di Pendopo Bupati Gusnan Mulyadi.(J02)































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda