Breaking News
Memuat breaking news...

Kepala BPOM Ingatkan, Penggunaan Kosmetik Mengandung Merkuri Bisa Menyebabkan Kanker

Redaksi
Redaksi
Selasa, 22 April 2025 - 11.51 AM WIB
Kepala BPOM Ingatkan, Penggunaan Kosmetik Mengandung Merkuri Bisa Menyebabkan Kanker
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

PANGKALANSUSU (Waspada): Kunjungan kerja reses anggota Komisi IX DPR RI, Delia Pratiwi Br Sitepu, ke Dusun I Kurnia, Desa Sei. Siur, Kec. Pangkalansusu, Kab. Langkat, Senin (21/4), tidak tepat waktu.

Anggota DPR RI itu baru hadir ke lokasi acara setelah Camat Pangkalansusu, Agung Tritantiyo, S. STP, M.AP dan Kades M. Arifin Syamsudin, serta Kepala BPOM Medan, Martin Sitepu, usai memberikan kata sambutan.

Meski anggota parlemen dari Senayan itu telat hadir, tapi acara kunjungan kerja reses dengan tema "Pemberdayaan Masyarakat Melalui Komunikasi Informasi dan Edukasi Obat dan Makanan Bersama Tokoh Masyarakat" tetap dimulai karena warga sudah hadir sejak pagi.

Camat Pangkalansusu, Agung Tritantiyo, S. STP, M. AP dalam sambutannya menyarankan masyarakat agar memanfaatkan kesempatan ini untuk bertanya apa manfaat dan bahaya dari kosmetik.

Sementara itu, Kepala BPOM Medan, Martin Suhendri Sitepu memaparkan tentang bahaya kosmetik, suplemen, obat tradisional, dan dampak bagi kesehatan bagi makanan sudah basi yang dipanaskan kembali.

Terkait dengan kosmetik, Martin menyatakan, temu lawak kosmetik mengandung merkuri (logam berat beracun). Menurutnya, menggunakan kosmetik ini dapat membuat wajah memerah, seperti udang terbakar.

"Ini bisa merusak ginjal, jangan digunakan lagi. Tolong dihentikan sekarang juga, karena dapat menyebabkan kanker payudara, kanker servik dan lain-lain," ujar Martin seraya mengingatkan para kaum ibu agar berhati-hati.

Ia juga mengingatkan masyarakat tentang beberapa produk obat tradisonal yang mengandung bahan berbahaya, seperti obat Flu Tulang, Kunci Mas dan jamu pelangsing. Obat tradisonal ini beresiko bagi kesehatan.

Begitu juga risiko obat 'kuat' untuk kalangan laki-laki. "Bagi yang berusia di atas 50 tahun, dipaksa makan jamu obat kuat ini sangat berbahaya, karena ibarat mesin, peston akan rontok jika dipaksa," ujarnya sembari menambahkan, obat kuat bisa menyebabkan stroke.

Menyangkut konsumsi suplemen, Martin, menyebut ada beberapa produk yang boleh diminum, seperti Exstara Joss, M-150, Hemaviton, tapi jangan berlebihan. "Minum saat kondisi badan kita menurun," katanya menganjurkan.

Kemudian, Kepala BPOM mengingatkan jangan mengkonsumsi suplemen kalau ada menderita penyakit lambung, karena suplemen mengandung kafein. "Tolong disiplinkan diri kita," imbuh Martin.

Pada kesempatan itu, Martin, yang tampak berkomunikasi interaktif dengan gaya penuh humor memberikan tips kepada kaum ibu. "Kalau mau berbelanja perhatian atau cek Kemasan, Lebel, Izin edar, Kadaluwarsa (KLIK) jangan terpengaruh diskon," tandasnya.

Sementara itu, anggota Komisi IX DPR RI, Delia Pratiwi Br Sitepu, yang belakangan hadir hanya sekedarnya saja memberikan edukasi dan tanya jawab kepada para undangan yang hadir. (a10)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement