Breaking News
Memuat breaking news...

Kerugian Kebakaran Satu Rumah Di Simeulue Rp200 Juta

Redaksi
Redaksi
Rabu, 3 Mei 2023 - 10.33 PM WIB
Kerugian Kebakaran Satu Rumah Di Simeulue Rp200 Juta
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

SIMEULUE (Waspada): Kepala Desa Ganting Simeulue memperkirakan kerugian satu rumah warganya yang terbakar sekitar Rp200 juta.

Kepala Desa Ganting Muhammad Joni (foto) yang baru terhubung Rabu (3/5) sekira pukul 21.30 WIB menjelaskan kronologis kebakaran satu rumah warga di Dusun Silaguri terjadi Rabu sekitar pukul 13.00 WIB.

Katanya, jumlah KK/jiwa korban terdampak, Syahrun B, 70, (red-pemilik rumah) umur, petani, kemudian Nurliana Ali, 68, Ibu Rumah Tangga, Desliana, 21, Wawan Ifantri, 32, Desfirayani, 31, dan Humaira, Balita 2 tahun.

Menurut Kades, saat musibah rumah sedang dalam kondisi kosong karena Syahrun B sedang berjualan di kios sembako yang terletak di depan rumah korban.

Korban awalnya tidak mengetahui adanya kebakaran. Dia baru sadar saat sejumlah warga yang sedang duduk ngopi memberitahukan kalau rumahnya terbakar.

Diduga api berasal dari ruang tengah rumah korban. Lalu beberapa pihak menghubungi Kalaksa BPBD, Camat, Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Bersama masyarakat melakukan pemadaman oleh warga secara manual sembari menunggu TRC Damkar datang ke TKP.

Kata Muhammad Joni, api dapat dipadamkan setelah datang mobil pemadam sebanyak empat unit plus dibantu satu unit mobil pemadam dari Lanal Simeulue. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 13:55 WIB. "Alhamdulillah tidak ada korban jiwa," pungkasnya.

Katanya yang terlibat di lokasi, BPBD/TRC Damkar, Polres, Polsek Simeulue Timur, Lanal dan masyarakat.

Soal angka merugi Rp200 juta, Kades mengaku mendapat data dari pemilik rumah. (b26)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement