Breaking News
Memuat breaking news...

Kesenjangan dan Bias Gender Melanggar HAM

Redaksi
Redaksi
Rabu, 27 April 2022 - 6.00 AM WIB
W
Waspada
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada): Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengatakan, kesenjangan dan bias gender merupakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia (HAM) serta mengecilkan peran dan posisi tawar perempuan.

Terlebih, Undang-Undang Dasar Tahun 1945 telah mengamanatkan persamaan hak asasi manusia bagi seluruh rakyat Indonesia, tanpa terkecuali.

“Budaya patriarki yang mengakar membawa berbagai praktik yang merugikan perempuan, mulai dari diskriminasi, stigmatisasi, stereotype, bahkan kekerasan yang semakin memperlebar jurang kesenjangan antara laki-laki dan perempuan,” ujar Menteri PPPA dalam Webinar Perkumpulan Srikandi Kreatif Indonesia (Persikindo) ‘Semangat Kartini Mendorong Kreatifitas Perempuan yang Berwawasan dan Bermartabat’ secara virtual, Kamis (27/4).

Menurut Menteri PPPA, memperjuangkan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan dalam setiap sektor pembangunan merupakan kewajiban dan membutuhkan sinergi multipihak. Selain itu, kesetaraan gender dapat mendobrak stigma yang meminggirkan posisi perempuan serta memberikan kesempatan yang adil bagi perempuan dan laki-laki.

“Posisi perempuan dan laki-laki yang setara dan seimbang akan membawa bangsa kita pada kemajuan yang sesungguhnya,” imbuh Menteri PPPA.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, Lestari Moerdijat menuturkan, keterlibatan dan peran perempuan di legislatif bukan hanya diperlukan untuk memenuhi target minimal 30 persen keterwakilan perempuan di parlemen pada 2024. “Kita memerlukan perspektif perempuan untuk menyelesaikan beberapa masalah yang ada. Perempuan memiliki ketajaman untuk memberikan pandangan-pandangan yang seimbang antara rasa dan pikiran,” ujar Lestari.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persikindo, Rini Sujiyanti menerangkan, Peringatan Hari Kartini Tahun 2022 merupakan momentum kebangkitan perempuan Indonesia untuk pemulihan ekonomi dan meningkatkan perekonomian Indonesia. “Semangat Kartini membangun bangsa yang mandiri, kreatif, dan berkarakter akan menjadi warisan untuk generasi penerus bangsa agar selalu bersemangat dalam mengembangkan potensi diri menuju generasi yang mandiri berwawasan,” pungkas Rini. (J02)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement