Breaking News
Memuat breaking news...

Ketua KNPI Medan Daffasya Sinik Minta Polda Sumut Usut Tuntas Kasus Pengeroyokan Kadernya

Redaksi
Redaksi
Jumat, 8 September 2023 - 3.08 PM WIB
Ketua KNPI Medan Daffasya Sinik Minta Polda Sumut Usut Tuntas Kasus Pengeroyokan Kadernya
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada): Ketua DPD KNPI Medan Daffasya Sinik, meminta dan berharap Polda Sumut untuk segera mengusut tuntas kasus pengeroyokan kadernya. Sebab, kasus sudah dilaporkan ke Polda Sumut, namun belum ada kelanjutannya.

"Kasus pengeroyokan itu terjadi pada Minggu 19 Februari 2023 pukul 02.00 wib, sesuai laporan polisi nomor : LP/B/206/II/2023/SPKT/Polda Sumut tanggal 20 Februari 2023. Berarti sudah 7 bulan lamanya, kasus ini belum menemui titik terang ," ujarnya kepada wartawan di Medan, Jumat (8/9).

Diketahui sebelumnya, kasus keributan di tempat hiburan (GD) Jalan Putri Merak Jingga no 6-8, Kel Kesawan, Kec Medan Barat yang berujung penganiayaan secara bersama-sama mengakibatkan seorang pengunjung yang juga kader KNPI Medan Muhammad Farid harus dilarikan ke rumah sakit akibat kepalanya retak dan sekujur tubuhnya lebam.

"Kami berharap kepada pak Kapolda Sumatera Utara untuk segera menindak tegas para pelaku pemukulan tersebut. Dan Kami para pemuda berharap, akan ada titik terang bagi korban dan agar pelaku mendapat ganjarannya, " ucap daffa.

Diungkapkan kronologi pengeroyokan, menurut seorang saksi yang juga teman korban, Fredrico Simanjuntak mengatakan, sebelum pengeroyokan terjadi, dirinya bersama beberapa orang temannya sedang nyantai di (GD). Kemudian, Farid bermaksud ke kamar mandi buang air kecil namun antri karena para pelaku sambil buang air kecil asyik ngobrol-ngobrol

“Jadi pada saat itu Farid lagi ke kamar mandi dan setelah dari kamar mandi, dia datang ketempat kami dan bilang bahwasanya farid dipukuli orang. setelah itu kami langsung berdiri dan bicara dengan pihak yang memukul dan ternyata pada saat bicara mereka memukuli Farid lagi,” kata Fredrico Emmanuel Simanjuntak, Rabu (3/5).

Bahkan, diakui Fredrico lagi,  ada yang memukul pakai botol kaca dan itu ada jelas di CCTV. Tidak lama setelah itu dilerai oleh security dan pihak pelaku keluar.

“Setelah itu kami bilang ke pihak yang handle cctv di lokasi tersebut bahwa kami mau lihat gimana kejadian awalnya. Setelah kami lihat ternyata terlihat jelas memang Farid dikamar mandi tidak ada memukul mereka sama sekali, bahkan mereka ada 1 orang yang menarik tangan Farid kebelakang agar tidak bisa ngapa-ngapain dan 1 orang lagi memukuli Farid jelas terlihat di CCTV ," sebut fredrico.

Setelah kejadian itu Farid mengaku kepalanya pusing dan sampai opname di rumah sakit Mitra Medika Premiere.

“Dan ternyata setelah di MRI, ada retak sedikit di tengkorak Farid  dan harus segera dilakukan penanganan medis pada waktu itu," ucap Fredrico. (h01)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement