Ketukan Palu di Walisongo, Senyum Bahagia dari Serambi Mekkah

Suasana di dalam Auditorium Kampus 3 UIN Walisongo Semarang, Rabu (16/9/2026), mendadak hening. Ketegangan begitu terasa menyelimuti ruangan perlombaan MTQ Nasional XXXI. Di atas panggung, tiga pemuda asal Aceh—Farhan Ridhallah, Chalif Aulya, dan M. Hanif Baihaqi—berdiri tegak di bawah sorot lampu.
Mereka adalah trisula Fahmil Qur’an Putra dari Tanah Rencong, yang sedang bertaruh ingatan dan ketangkasan menjawab soal demi soal.
Di sudut kursi penonton, tampak seorang pria paruh baya yang tak henti-hentinya menatap panggung dengan tatapan cemas sekaligus penuh harap. Ia adalah Dr. Misran Fuadi, S.Ag., M.AP., Kepala Dinas Syariat Islam Aceh yang juga bertindak sebagai Ketua Kafilah Aceh.Bagi Misran, setiap detik di ruangan itu terasa begitu lambat.
Namun, kecemasan itu perlahan mencair berganti decak kagum. Di bawah gemuruh kompetisi Grup C, ketiga pemuda Aceh tersebut tampil memukau. Jawaban demi jawaban mengalir lancar, menunjukkan buah dari latihan spartan, kekompakan, dan ketenangan mental yang luar biasa.
Saat papan skor digital mengunci angka, ruangan itu pecah oleh rasa syukur. Kafilah Aceh melesat tinggi dengan raihan 1.290 poin, meninggalkan jauh para pesaingnya. Di grup yang sama, Kalimantan Tengah harus puas dengan 1.005 poin, disusul Banten dengan 645 poin, dan Papua Tengah yang tidak berhasil mengemas angka.
Ketukan palu dewan hakim meresmikan satu hal: Fahmil Qur’an Putra Aceh resmi melenggang ke babak semifinal.

Senyum Bahagia sang Ketua
Usai perlombaan, rona bahagia tidak bisa disembunyikan dari wajah Misran Fuadi. Senyumnya merekah lebar saat menghampiri para peserta yang masih menyisakan keringat ketegangan di dahi mereka.
“Alhamdulillah, kita tentu sangat bahagia,” ujar Misran dengan suara yang bergetar penuh rasa bangga. “Anak-anak sudah tampil maksimal dan berhasil melewati babak penyisihan. Ini menjadi kebanggaan dan semangat bagi kita semua.”
Bagi Misran dan seluruh masyarakat Aceh di kampung halaman, kemenangan di babak penyisihan ini bukan sekadar angka di atas papan skor. Ini adalah bukti sahih dari kesungguhan, air mata, dan doa yang dipanjatkan sepanjang persiapan menuju Semarang.
Langkah Belum Usai
Meski merayakan keberhasilan hari ini, Misran langsung mengingatkan anak-anak asuhnya untuk kembali memijak bumi. Semifinal sudah di depan mata, dan tantangan yang menghadang dipastikan akan jauh lebih berat.
“Harapan kita, jangan cepat puas dengan hasil hari ini. Masih ada tahapan berikutnya yang harus dihadapi. Tetap fokus, tenang, dan jaga kekompakan. Semoga perjuangan ini terus berlanjut dan bisa memberikan hasil terbaik untuk Aceh,” pesannya, menyuntikkan motivasi baru ke dalam dada Farhan, Chalif, dan Hanif.
Kelolosan tim Fahmil Putra ini kian memperpanjang napas perjuangan Kafilah Aceh di panggung nasional. Hingga hari Rabu ini, Serambi Mekkah telah berhasil menempatkan beberapa delegasi terbaiknya di babak semifinal, mulai dari cabang Fahmil Qur’an Putra, Fahmil Qur’an Putri, hingga Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ).
Sinar harapan dari Semarang kini menyala semakin terang. Kelolosan demi kelolosan ini menjadi bahan bakar motivasi yang membakar semangat Kafilah Aceh untuk terus melangkah, menjaga performa, dan siap memberikan penampilan terbaik demi mengharumkan nama daerah di sisa kompetisi MTQ Nasional XXXI 2026. (Maimun Asnawi, S.HI.,M.Kom.I/WASPADA.id)














Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda