Breaking News
Memuat breaking news...

Kiprah PSMS Medan Di AFC Champions Cup 1970

Redaksi
Redaksi
Minggu, 23 Agustus 2026 - 7.45 PM WIB
Kiprah PSMS Medan Di AFC Champions Cup 1970
PSMS di AFC Champions Cup 1970 Teheran, Berdiri Ki-Ka : Sinyo Aliandoe,Anwar Ujang,Yuswardi,Mulyadi,M.Basri,Jacob Sihasale dan Soetjipto Soentoro (cpt). Jongkok Ki-Ka : Iswadi Idris,Yudo Hadianto,Sunarto dan Abdul Kadir
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Oleh: Indra Efendi Rangkuti

AFC Champions Cup, yang pada awalnya bernama Asian Champions Club Tournament, pertama kali digelar pada 1967 yang mempertemukan juara-juara liga dari negara-negara Asia. Saat ini, AFC Champions Cup dikenal dengan nama AFC Champions League Elite.

Pada awalnya, format turnamen adalah home tournament, dengan peserta dipilih dari negara-negara yang memiliki peringkat AFC terbaik.

Indonesia sendiri mendapat undangan pada 1970. PSSI waktu itu menunjuk PSMS Medan sebagai juara Kejurnas PSSI 1969 untuk tampil dalam event tersebut yang berlangsung di Iran pada 1-10 April 1970 di Teheran, Iran.

Sebenarnya, pada 1968 PSMS sebagai juara Kejurnas PSSI 1967 juga sudah ditunjuk PSSI untuk mengikuti turnamen tersebut. Namun, karena masalah dana, PSMS batal mengikuti turnamen tersebut.

Barulah pada 1970, PSMS yang kembali menjadi juara Kejurnas PSSI 1969 tampil di AFC Champions Cup 1970.

PSMS yang waktu itu dipimpin Ketua Umum M.H. Sinaga dan didukung penuh Komda PSSI Sumut di bawah pimpinan Kamaruddin Panggabean serta pengelola klub Pardedetex yang waktu itu menjabat Ketua I PSMS, T.D. Pardede, langsung mengadakan persiapan dengan menunjuk Umar Khattab sebagai Manajer Tim dan legenda PSMS Ramli Yatim sebagai Pelatih, dibantu E.A. Mangindaan sebagai Penasihat Teknis.

Dari hasil seleksi, terpilih skuad dari Pardedetex, yaitu Soetjipto Soentoro, Judo Hadianto, M. Basri, Anwar Ujang, Mulyadi, M. Basri, Jacob Sihasale, Abdul Kadir, Max Timisela, Sinyo Aliandoe, Sarman Panggabean, Sunarto, dan Azis Siregar.

Skuad ini ditambah dengan bintang PSMS non-Pardedetex, antara lain Ronny Pasla (Bintang Utara), Yuswardi (Medan Putra), Tumsila (Medan Putra), Nobon (Medan Utara), dan Syamsuddin Panjaitan (Medan Putra). Inilah skuad yang berangkat ke Iran untuk mewakili PSMS di ajang tersebut.

Pada turnamen ini, PSMS Medan berada di Grup B bersama Hapoel Tel Aviv (Israel), West Bengal (India), dan Royal Thai Police (Thailand).

Pada pertandingan pertama yang berlangsung 2 April 1970, PSMS sukses melibas West Bengal 1-0 melalui gol yang dicetak dari titik penalti oleh Abdul Kadir pada menit ke-16.

Penyerang PSMS Medan Abdul Kadir Berduel Dengan Pemain Klub Homenetmen (Lebanon) Pada Perebutan Tempat Ketiga AFC Champions Cup 1970 Yang Berlangsung Pada 10 April 1970 Di Teheran.

Lalu, pada pertandingan kedua, 4 April 1970, PSMS juga sukses mengalahkan Royal Thai Police dengan skor 4-0 melalui gol yang dicetak Iswadi Idris pada menit ke-51 dan ke-60, kemudian kapten PSMS Soetjipto Soentoro pada menit ke-68 dan striker Jacob Sihasale pada menit ke-87.

Namun, menjelang partai terakhir menghadapi Hapoel Tel Aviv pada 6 April 1970, PSMS Medan mendapat ujian berat dengan sakitnya dua kiper, Judo Hadianto dan Ronny Pasla, serta Sinyo Aliandoe akibat perubahan cuaca yang ekstrem di Teheran. Kondisi tersebut membuat ketiganya tidak bisa tampil. Ditambah beberapa pemain juga tidak fit 100 persen.

Akhirnya, Tumsila ditunjuk menjadi kiper dadakan.

Dalam partai terakhir yang menentukan juara grup tersebut, PSMS harus takluk 1-3 dari Hapoel Tel Aviv. Gol untuk PSMS sendiri dicetak sang kapten, Soetjipto Soentoro. Hasil ini menempatkan PSMS sebagai runner-up Grup B dan harus melawan tim tuan rumah Taj Teheran.

Dengan kekuatan yang belum pulih 100 persen, PSMS Medan harus berlaga di semifinal menghadapi Taj Teheran pada 8 Oktober 1970. Yudo Hadianto yang belum 100 persen fit kembali tampil di bawah mistar PSMS.

Namun, semangat membara seluruh skuad PSMS membuat tim mampu memberikan perlawanan hebat, walau akhirnya harus kalah 0-2 dari tuan rumah Taj Teheran.

Dengan kekuatan yang sudah habis-habisan, PSMS tampil dalam perebutan tempat ketiga melawan klub Lebanon, Homenetmen, pada 10 April 1970. Namun, sayang, akhirnya PSMS juga harus mengakui keunggulan Homenetmen dengan skor 0-1.

Hasil ini cukup membanggakan mengingat PSMS bisa membuktikan diri layak bersaing di tingkat Asia.

Fox Sport Asia mengakui eksistensi PSMS Medan sebagai klub pertama Indonesia yang berlaga di AFC Champions Cup 1970

Sepulang ke Medan, seluruh rombongan tim disambut meriah seperti pada 1967 dan 1969 ketika PSMS menjadi juara Kejurnas/Divisi Utama Perserikatan PSSI.

Seluruh pemain dan ofisial PSMS mendapat penghargaan "Warga Utama Medan" dari Wali Kota Medan H. Sjoerkani.

Eksistensi PSMS sebagai klub pertama Indonesia yang berlaga di AFC Champions Cup ini diakui oleh Fox Sports Asia.

Dalam unggahan Instagram Fox Sports Asia pada Rabu, 1 Mei 2019, media tersebut mengunggah informasi terkait PSMS Medan.

Informasi unggahan tersebut menyebutkan bahwa PSMS adalah klub Indonesia pertama yang berkompetisi di Asian Champions Club Tournament (sekarang Liga Champions Asia) pada 1970.

Sebuah pengakuan atas kejayaan PSMS oleh media internasional.

Horas PSMS Medan. Jaya selalu "The Killer". WASPADA.id

Penulis Adalah Pemerhati Olahraga

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement